Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Alkohol hasil kerajinan tradisi, ada di banyak komunitas adat budaya di Nusantara. Minuman alkohol diproses dari mayang lontar, enau dan kelapa. Setelah ditadah nira yang manis, lalu divermentasi, dan disuling untuk jadi minuman alkohol. Tempat yang diketahui, misalnya di tradisi masyarakat Bali, Dayak, Batak, Makasar, Manado, Flobamora dan Papua. Minuman alkohol untuk keperluan ritual dan kebutuhan sosial adat budaya.
Dalam kenyataan, selain bermanfaat ekonomis bagi para petani yang menghasilkan, serta untuk kegiatan ritual dan sosial budaya, minuman alkohol sering juga membuat mabuk dan efek negatif bagi kalangan tertentu. Pihak keamanan sering menertibkan, namun produksi dan konsumsi minuman alkohol tradisional terus terjadi.
Di zaman now, minuman alkohol tradisional, sudah ada upaya pengembangan dengan kualitas lebih modern dan juga wadah kemasan baru. Ada juga minuman beralkohol dari luar komunitas tradisi, minuman hasil pabrik.
Sering ada cerita menyedihkan bagi para petani penghasil minuman alkohol tradisi. Ada penertiban dari aparat keamanan, dengan alasan aturan, dan minuman alkohol jadi penyebab kriminalitas. Lalu, minuman disita, dan kemudian dimusnahkan. Hasil jerih payah petani pengrajin, justru jadi sumber masalah, dan bukan pendapatan ekonomi keluarga. Mereka tidak tahu harus ke mana mengadu dan mendapat perlindungan. Ironinya, minuman beralkohol dari pabrik terus dijual dan tidak ditertibkan. Mungkin, banyak produksi minuman beralkohol tradisi, tidak punya label, kemasan, dan beberapa persyaratan produksi lainnya.
Pada tataran regulasi, apalagi dalam konteks pengembangan ekonomi – UMKM, kiranya para petani pengrajin minuman alkohol tradisional, bisa difasilitasi untuk pembuatan kemasan dan labeling. Lalu, perlu ada regulasi daerah yang bisa menjamin sumber ekonomi tersebut, serta peraturan penjualan dan pajaknya. Karena, dari proses pekerjaan mengolah minuman alkohol tradisi, selain ada ongkos produksi, juga tenaga yang cukup melelahkan. Demi mendapatkan uang bagi keluarga, mereka bekerja siang malam. Namun, sangat miris, jika disita petugas dan dibuang begitu saja, dengan alasan keamanan dan mencegahย kriminalitas.

