Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Sejarah kehidupan kampung dari masyarakat tradisi berbeda dengan masyarakat perkotaan dan modern. Salah satunya adalah soal sistem belajar untuk memiliki pengetahuan dan ketrampilan. Warisan tradisi lisan dalam kebanyakan masyarakat kampung, memberikan pelajaran dengan pengalaman keterlibatan setiap pribadi dalam aneka aktivitas kehidupan.
Kegiatan dalam keluarga, di lingkungan tetangga, di tengah alam sebagai petani dan nelayan, dalam komunitas ketika ada kegiatan sosial budaya, dan semua ruang kehidupan lainnya. Mungkin itulah yang menjadi konteks lahirnya ungkapan, “pengalaman adalah guru terbaikโฆ”
Dalam perjalanan waktu, model pembelajaran modern pun masuk kehidupan komunitas kampung. Ada sekolah formal, para guru, dan sistem pembelajaran. Hadirlah model baru pembelajaran formal untuk setiap pribadi, khusunya generasi muda, agar bisa memiliki pengetahuan dan ketrampilan. Saat yang sama, melalui berbagai sarana informasi serta kemudahan transportasi, maka ada pembelajaran informal juga. Ada tambahan sarana, metode dan sistem belajar, yang diharapkan semakin mencerdaskan setiap pribadi.
Ada dua sistem belajar dialami, yakni sistem tradisi melalui pengalaman keterlibatan dengan model lisan, sekaligus pembelajaran formal dengan sistem tulisan dan sarana modern. Idealnya, generasi muda peserta belajar diandaikan makin kaya metode dan sistem belajar. Jika mereka makin cerdas dengan ilmu pengetahuan dan ketrampilan, diharapkan mereka kian bertumbuh kembang mandiri dalam mengelola kehidupan selanjutnya. Fakta perubahan dengan bertambahnya sistem belajar formal bagi generasi muda, ternyata bervariasi dampaknya bagi generasi muda. Ada korelasi erat antara konteks pribadi dan lingkungan generasi muda di tengah keluarga serta komunitas, dengan semua kehidupan modern yang dipelajari dan terus berkembang.
Sistem belajar diharapkan mencerdaskan kehidupan anak, juga memerdekakan pribadinya agar makin mandiri membangun kesejahteraan hidupnya. Pendidikan formal diandalkan untuk membangun manusia pembangun pribadinya, keluarganya, komunitasnya serta negara dan bangsa. Pendidikan, belajar untuk memanusiakan harkat martabat pribadi manusia, di tengah sesama dan alam lingkungan. Ada catatan menarik, bahwa dalam proses belajar melalui sistem tradisi lisan dan sistem modern, terjadi juga “perjumpaan” prinsip dan nilai budaya. Apakah saling sinergi dan melengkapi, atau konflik, bertentangan dan saling mengalahkan?

