Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com – Hadirnya aneka sarana modern dan teknologi informasi digital, selain memberi manfaat dan kemudahan bagi kehidupan, ternyata ikut juga mempengaruhi pola relasi antar manusia di kampung adat budaya tradisi. Relasi orangtua dan anak serta suami istri dalam keluarga, m keluarga dan suku dalam rumah adat, antar suku dan rumah adat, komunitas dan pemangku adat kampung, juga relasi dengan berbagai pihak dari luar komunitas kampung. Salah satu pendukung perubahan pola relasi sosial di kampung adalah pengaruh banjir informasi dari sarana informasi digital. Dunia bergerak menuju tanpa sekat dan jarak dengan IPTEK digital.
Tatanan kehidupan tradisi, dengan sistem religi, sistem ritual, hukum adat, sistem sosial, cara mengelola alam lingkungan, sistem pendidikan serta berbagai aspek lainnya, ternyata tidak semua bertahan terhadap pengaruh informasi dari luar. Cara pandang, prinsip dan nilai, kepentingan dan selera, kebutuhan untuk kehidupan sehari-hari banyak yang berubah cepat. Ada keterkejutan budaya dan perubahan radikal zaman. Misalnya soal gadget, tidak sebatas sebagai sarana komunikasi, tapi, juga jadi sarana hiburan bagi semua umur. Informasi dan pengetahuan, tidak menjadi monopoli lembaga pendidikan dan pihak berwenang, tapi bisa diakses setiap individu, termasuk anak-anak dan balita.
Dalam keluarga, suami istri bisa berubah prinsip, nilai dan pola relasinya. Antara orangtua dan anak, justru semakin cepat berubah, dimana anak mengatur orangtua dengan berbagai ancaman. Kekerabatan dalam suku dan komunitas juga jadi kendur dan pudar, karena ukuran relasi tergantung manfaat praktis ekonomis dan selera. Apalagi relasi individu dengan lembaga sosial budaya maupun negara. Ada banyak pergeseran prinsip, nilai, cara pandang dan kepentingan, di mana ukuran manfaat ekonomi semakin dominan. Loyalitas relasi sosial semakin diwarnai dengan barter kepentingan praktis yang diwarnai oleh selera dan uang.
Perubahan pola relasi ini, sepertinya merebak tidak memandang wilayah kota dan desa, metropolitan dan kampung, kelas sosial dan individu. Kemajuan zaman yang diwarnai oleh dasyatnya pengaruh sarana informasi digital, telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Termasuk di dalamnya soal pola relasi sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Otoritas lembaga adat, lembaga agama, lembaga pendidikan dan sosial budaya lainnya, serta lembaga pemerintah, juga dipengaruhi oleh kemajuan teknologi informasi digital.
Maka, kekuatan para pebisnis teknologi digital sedang mengubah langkah peradaban manusia. Siapa mereka pun sering sulit dijangkau masyarakat umum sebagai konsumen teknologi informasi digital. Manusia yang dahulu diagungkan dengan berbagai dimensi pendukung harkat martabatnya, sekarang terbius menuju “homo roboticus” atau “homo digitalicus”. Kemana masa depan generasi dan peradaban, hanya waktu yang bisa menjawabnya. Alam semesta dan Sang Pencipta mungkin menonton dan tersenyum. Quo Vadis manusia zaman now.
…

