Oleh : Simply da Flores
| Red-Joss.com | Pemilihan umum 2024 sedang berproses menuju hari H, saat memberikan suara di TPS untuk calon legislatif, calon DPD dan capres-cawapres. Pernah disebutkan dalam pemilu yang lalu, bahwa momen pemilu sebagai Pesta Demokrasi. Arti demokrasi yang sering didengungkan adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Rakyat dihimbau untuk menyambut gembira atas momen pemilihan umum. Bahkan ada lagu ajakan yang dikumandangkan. “Pemilihan umum telah memanggil kita, seluruh rakyat menyambut gembira, hak demokrasi Pancasila, cita Indonesia merdeka, pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya, pengemban Ampera yang setia, titah undang-undang dasar ’45, kita menuju ke pemilihan umum.”
Menarik mencermati lagu pemilu itu, namun belum tentu pemilu sekarang menggunakan kembali lagu tersebut, karena berbagai alasan zaman now. Hal yang sama juga dengan ungkapan, bahwa pemilu adalah pesta demokrasi Pancasila, pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya serta wakil rakyat sebagai pengemban Ampera yang setia. Berita media sosial tentang budaya korupsi yang dilakukan pejabat publik, serta ungkapan Menkopolhukam, bahwa DPR adalah salah satu markas korupsi, sungguh bertolak belakang dengan ungkapan “pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya, serta pengemban amanat penderitaan rakyat yang setia”. Inikah wajah demokrasi Pancasila?
Demokrasi Pancasila, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dengan dasar Pancasila. Jika ditelisik faktanya, calon legislatif serta capres-cawapres diusulkan oleh parpol, lalu dipilih rakyat, setelah itu rakyat pemberi suara ditinggalkan, dan nanti dicari lagi saat proses pemilu berikutnya. Mungkin inilah kekhasan Demokrasi Pancasila untuk NKRI tercinta. Maka, yang bisa ditingkatkan adalah partisipasi rakyat untuk melakukan akses dan kontrol publik kepada para pejabat negara. Kiranya semakin terbuka dengan bantuan media komunikasi digital zaman ini.
Jika pemilu menjadi pesta demokrasi, maka sangat diharapkan segenap rakyat menyambut gembira dan ikut berpartisipasi aktif. Dengan demikian manfaat perayaan ini dapat dirasakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketika hadir banyak parol dengan jumlah caleg yang benyak pula menyerbu rakyat calon pemilih, maka bisa jadi rakyat kebingungan untuk berpesta. Siapa yang harus dipilih serta bagaimana memutuskan memilih wakil yang dapat dipercaya; baik di tingkat kabupaten/kota maupun di provinsi dan pusat.
Semoga kecanggihan sarana komunikasi digital semakin mencerdaskan rakyat untuk ikut pesta demokrasi dan memilih wakilnya yang dapat dipercaya.
…
Foto ilustrasi : istimewa

