Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Dari pengalaman selama ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, memang dipilih oleh rakyat. Dahulu melalui parpol, sekarang dipilih langsung sesuai namanya. Namun, semua calon legislator itu ditentukan oleh parpolnya, lalu didaftarkan ke KPU. Jika sudah masuk daftar calon tetap, maka mereka memperkenalkan diri dan mencari dukungan suara rakyat, agar menang dalam pertarungan pemilu.
Setelah menang dan terpilih, maka calon legislator menjadi wakil rakyat, baik di tingkat Kabupaten / Kota, Propinsi atau Pusat. Mereka menjalankan tugas legislator, namanya wakil rakyat, namun faktanya adalah petugas atau pekerja parpol. Mereka dikontrol oleh pimpinan dan pengurus parpol, bisa ditegur dan direcall parpol, bukan oleh rakyat pemilihnya.
Dari fakta tersebut, maka ada soal aturan atau kebijakan politik, hak dan kewenangan parpol, serta hak dan kewenangan wakil rakyat terpilih tersebut. Semua aturan yang berkaitan dengan politik itu dibuat oleh legislator dan eksekutif sesuai undang-undang yang berlaku. Posisi dan peran parpol sangat menentukan, termasuk bagaimana wakil rakyat / legislator berperan di ruang kerjanya. Sedangkan rakyat pemilih sudah selesai perannya. Rakyat sudah memandatkan hak suaranya pada wakil rakyat melalui parpol pengusungnya.
Dengan kenyataan itu, maka soal loyalitas dan ketaatan seorang wakil rakyat adalah hanya kepada aturan perundangan tentang hal dan kewajiban seorang legislatif, serta loyal dan ketaatan kepada parpolnya. Sekali lagi, loyalitas legislator bukan kepada rakyat yang memberikan suara memilihnya saat pemilu.
Apa pun janji dan komitmen caleg saat berkampanye menggalang suara dari rakyat adalah sebuah fakta yang tidak menjamin loyalitasnya kepada rakyat pemilih. Sistem dan aturan yang berlaku tidak menyiapkan ruang untuk kewenangan rakyat pemilih menuntut legislatif yang dipilihnya. Apalagi rakyat pemilih menghentikan legislator, ya belum pernah ada dalam aturan. Itulah nasib kedaulatan dan hak suara rakyat di hadapan legislator danย parpolย asalnya.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

