Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Upacara Bendera untuk Perayaan HUT Lahirnya Pancasila, 1 Juni 2023 di Ende, dipimpin oleh Menkopolkam, Prof. Dr. Mahfud MD, SH, MH, SU, M.IP. Hemat saya, ini sebuah perhatian istimewa terhadap pentingnya Pancasila bagi bangsa dan NKRI tercinta. Selain menjadi inspektur upacara, Pak Menteri juga menjadi narasumber untuk acara Dialog Kebangsaan di kampus IFTK Ledalero – Maumere dan Unflor – Ende. Kiranya ini sebuah bentuk komunikasi yang sungguh bermanfaat dalam kepentingan kehidupan berbangsa dan bernegara, di tengah suasana dinamika politik menjelang pemilu 2024.
Sebagai masyarakat yang tinggal di kampung, di wilayah propinsi yang memiliki andil dalam sejarah lahirnya Pancasila, saya turut berbangga. Kita diajar untuk tidak melupakan sejarah bangsa dalam berbagai bidang, termasuk peran para pahlawan dalam perjuangan membangun NKRI tercinta. Ir. Soekarno, sang Proklamator NKRI, dalam sejarah perjuangannya, pernah dibuang ke kota Ende Flores tahun 1934-1938. Banyak karya pikiran dan seni dilahirkan disana, termasuk renungan dan “wahyu” menggali Pancasila bagi NKRI. Kini, sejumlah jejak sejarahnya diabadikan di kota Ende, yakni di situs pembuangan Bung Karno dan di Museum Serambi Soekarno Biara SVD St.Yosef.
Saya teringat akan sebuah buku terbitan Nusa Indah dengan judul “Pancasila, Ilham dari Ende – Flores untuk Indonesia.” Isinya ikut mencatat sejarah kehadiran Sang Proklamator di kota Ende – Pulau Flores, serta semua renungan dan karyanya, termasuk tentang nilai-nilai Pancasila. Kunjungan Menkopolhukam saat ini menegaskan tentang makna ungkapan โJasmerahโ. Semoga kita generasi pewaris NKRI โjangan sekali-kali meninggalkan dan melupakan sejarahโ bangsa dan NKRI.
Dalam konteks pembangunan bangsa, juga dinamika politik menuju pemilu 2024, sungguh momen ini adalah sebuah kejadian penting dan istimewa telah ditorehkan seorang Menkopolhukam. Pentingnya upaya penegakkan hukum serta upaya serius untuk penghayatan dan pengamalan Pancasila, harus menjadi bagian integral pembangunan bangsa dan NKRI tercinta.
Banyaknya deretan kasus, seperti korupsi, perdagangan orang, narkoba, lemahnya penegakkan hukum serta pengangguran, kiranya menggugat keharusan program pendidikan penghayatan dan pengamalan Pancasila semakin ditingkatkan. Pancasila dasar NKRI, Pancasila sumber hukum, dan Pancasila moral bangsa. Maka, menurut saya, Pancasila bukan cuma “pilar” bagi bangsa dan NKRI tercinta. Merdeka.
…
Foto ilustrasi: Isatimewa

