Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Sudah ditetapkan, bahwa 1 Juni diperingati secara Nasional sebagai Hari Lahir Pancasila. Memang sempat kedengaran, bahwa ada banyak yang tidak sepakat, dengan aneka argumentasinya. Lalu, sudah disosialisasikan, bahwa Pancasila adalah salah satu Pilar NKRI. Di pihak lain, ada gugatan tentang korelasi antara Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi bangsa Indonesia, dengan pilar NKRI.
Bagi saya, sebagai orang kampung, sangat patut disyukuri, bahwa kita bangsa dan NKRI memiliki Pancasila. Jika bangsa lain di dunia mengagumi keistimewaan Pancasila, mengapa kita tidak mensyukuri Pancasila. Apalagi sudah kita miliki sejak merdeka hingga saat ini. Mengapa masih dipersoalkan, bahkan ada upaya menggantikan atau menghilangkan Pancasila dari NKRI.
Yang patut dan penting menjadi refleksi adalah bagaimana membatinkan Pancasila dalam jiwa raga segenap rakyat NKRI. Apakah cukup dengan menggantungkan Garuda sebagai lambang negara di tempat resmi, seperti kantor pemerintah. Lalu, teks Pancasila cukup dibaca pada saat ada upacara kenegaraan. Atau ada Lemhanas dan Badan Pengendali Ideologi Pancasila yang menjalankan programnya. Dengan demikian akan ada pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan penghayatan serta pengamalan Ideologi Pancasila oleh segenap warga negara Indonesia. Pada faktanya, masih banyak orangtua maupun generasi muda, yang tidak tahu dan tidak hafal teks Pancasila. Bagaimana nanti dengan anak-anak kita ke depan?
Satu hal urgen dari peringatan nasional HUT lahirnya Pancasila, 1 Juni, adalah soal P4 – Pengetahuan, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, jika masih menjadi dasar negara dan ideologi bangsa. Jika hal ini tidak mendapat prioritas dalam pembangunan bangsa, maka peringatan HUT Pancasila bisa cuma sekadar seremonial.
Adalah sebuah kebutuhan mendesak untuk membangun jiwa patriotisme, moralitas dan harkat martabat bangsa, sesuai Pancasila, sejalan dengan pembangunan aneka hal fisik material. “Bangunlah jiwanya, bangunlah raganya, untuk Indonesia raya, merdeka – merdeka.โ
Kiranya para pemimpin dan pejabat negara di semua tingkatan akan membuat kebijakan politik dan anggaran untuk hal prinsip ini, Pancasila dasar negara danย ideologiย NKRI.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

