Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Pengalaman yang terjadi di Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium sungguh bermakna. Setelah ditetapkan pemerintah sebagai destinasi wisata super premium, sungguh dilanjutkan dengan angka kebijakan anggaran untuk menyediakan sarana dan prasarana pendukung. Lalu, multi pihak pelaku pariwisata pun bergiat untuk menangkap peluang istimewa ini. Sedangkan masyarakat lokal sebagai salah satu pihak yang sangat penting, tapi tidak bisa serta merta menjadi pelaku pariwisata.
Ada banyak faktor yang menjadi kendala masyarakat lokal. Latar belakang masyarakat lokal adalah petani dan nelayan, juga buruh tani nelayan serta pengangguran. Lalu, kapasitas individu pun bervariasi sesuai latar belakang budaya maupun tingkat pendidikannya. Yang saya perhatikan di Labuan Bajo sebagai contoh destinasi wisata super premium, adalah banyak kendala yang dihadapi masyarakat lokal. Soal mengelola dan mempertahankan hak atas lahannya, bagaimana menghadapi perubahan dasyat sarana modern dari pariwisata, juga pemahaman akan regulasinya. Ada juga kekagetan budaya – โculture shockโ, ketika komunitas dan wilayah alamnya diserbu wisatawan dari berbagai bangsa. Maka, masih jauh untuk menangkap peluang ekonomi dari adanya destinasi wisata super premium itu.
Fakta sebaliknya, justru banyak sesama saudara dari luar daerah yang lebih profesional, itulah yang menangkap dan memanfaatkan peluang kerja dan manfaat ekonomi. Hal ini sangat rasional, karena hukum bisnis berbeda dengan soal solidaritas dan kegiatan sosial. Peluang bisnis tidak menunggu kapan diri kita trampil dan profesional dulu. Namun, ketika ada kebijakan dan tersediaan peluang ekonomi, maka ada sebuah perlombaan kapasitas dalam hukum bisnis. Maka, terjadi soal yang kuat dan yang lemah, yang siap dan yang tertinggal. Semua aspek pribadi ditagih untuk berkompetisi dalam bisnis.
Dalam pariwisata global dan dunia bisnis, peran pemilik modal sangat dominan. Bahkan regulasi dan kebijakan politik pemerintah bisa dipengaruhi para pemilik modal. Maka, sangat jelas di arena destinasi wisata super premium, kepentingan para pemodal dan pelaku bisnis sangat berbeda dengan kepentingan komunitas lokal. Biasanya terjadi, masyarakat lokal kalah dalam pertarungan merebut peluang bisnis yang ada, karena perbedaan kapasitas profesional dan kepentingan. Pemerintah pun sungguh berjuang, namun sering dilematis dan seolah dikalahkan oleh kekuatan modal danย hukumย bisnis.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

