Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Menjelang pemilu 2024, aktivitas parpol dan caleg semakin tinggi. Ada pemasangan baliho caleg, bendera parpol, pertemuan kader parpol, kunjungan bacaleg ke berbagai kelompok, juga publikasi kegiatan parpol dan caleg di media sosial. Hal yang sama terjadi juga soal capres dan cawapres, ada dinamika yang penuh warna-warni. Rakyat pemilik kedaulatan dan hak suara, sepertinya ikut irama parpol dan caleg. Padahal, parpol dan caleg tergantung pada suara rakyat.
Pernah lima tahun yang lalu, saya kebagian sebuah baju kaos. Menarik adalah tulisannya. “Rakyat is the real Boss,” karena pemilik kedaulatan dan hak suara. Sekarang, parpol peserta pemilu bertambah dan akan semakin tinggi persaingannya, juga pertarungan para caleg di semua tingkatan. Lalu berlanjut dengan pilpres dan pilkada di sejumlah daerah. Tahun 2023-2024 sungguh diwarnai aktivitas politik di negeri ini. Rakyat akan diserbu dengan sekian ragam informasi, strategi, tawaran dan bujuk rayu dari berbagai sosok politisi; entah caleg atau tim pendukung caleg.
Melihat fakta dan kemungkinan dinamika politik yang demikian ramai, maka ada ide untuk pihak rakyat, sebagai pemilik kedaulatan dan hak suara. Lahirkan Tenda Kedaulatan Pemilih di komunitas kampung, lingkungan kerja, komunitas profesi dan komunitas agama. Lakukan majemen waktu kegiatan dan tim kerja pelancar acara. Lalu, silakan diundang parpol dan calegnya untuk datang berdialog. Dalam kesempatan itu, komunitas yang hadir bisa mengenal profil parpol dan calegnya, apa visi misinya, juga komitmennya bagi rakyat pemilih, serta kesepakatan kerjasama mungkin bisa dibuat.
Jadi, ada inisiatif rakyat pemilik suara untuk mengatur parpol dan caleg dalam berdialog, bukan sebaliknya. Alasannya, rakyat pemilik kedaulatan dan hak suara. Parpol dan caleg membutuhkan suara dan meminta dukungan. Ada kaitannya dengan rutinitas kesibukan rakyat di setiap kampung, komunitas, tempat kerja, dan lainnya. Bisa juga digunakan kelompok yang sudah ada. Misalnya komunitas adat, kelompok arisan, kelompok kerja tani nelayan, kelompok UMKM, juga kelompok keagamaan. Hal teknis pendukung acara dialog bisa dimusyawarahkan dengan parpol dan calegnya.
Kesempatan dialog di Tenda Kedaulatan Pemilih adalah forum bebas yang tidak memastikan caleg pilihan tertentu, namun terbuka bagi semua caleg yang mau menghadiri undangan. Ini sebuah alternatif mewujudkan kesadaran politik, di mana rakyat adalah pemilik kedaulatan dan hak suara. Banyak informasi bisa didistribusikan, seperti baliho, stiker dan kartu profil caleg. Lalu, semua informasi dan kesempatan dialog ini menjadi data bagi pemilih untuk nanti memutuskan kepada siapa hak pilihnya diberikan. Rakyat berdaulat dan semakin cerdas menggunakan hak pilihnya. Inilah bentuk sederhana demokrasi.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

