Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Fakta kehidupan komunitas kampung adat budaya di tanah air sedang berubah. Semua yang terlahir dari warisan tradisi, sekarang mengalami perubahan. Tata kelola alam lingkungan, nilai adat budaya dan jumlah populasi komunitas berubah. Dalam perubahan itu, ada juga perubahan iman kepercayaan. Spiritual warisan tradisi adat budaya telah bertambah dengan hadirnya agama dari luar Nusantara. Negara juga ikut menegaskan secara legal soal agama bagi masyarakat di NKRI.
Dalam konteks perubahan itu, iman komunitas di kampung adat budaya “terpaksa” beradaptasi. Di satu pihak, relasi darah dan tradisi spiritual leluhur tak bisa dihilangkan serta merta, di pihak lain agama pun dianut . Alasannya beraneka ragam, baik pada pribadi, suku maupun komunitas adat budaya yang beraneka di tanah air NKRI ini. Salah satunya soal keharusan administrasi negara, bahwa harus ada agama dalam KTP setiap penduduk, sesuai aturan yang berlaku. Organisasi agama memang memiliki manajemen yang lebih kuat dan jaringan yang lebih luas, dibanding manajemen kepercayaan dalam komunitas adat budaya.
Komunitas adat budaya lokal sudah masuk dalam dua arus gelombang perubahan dunia, yakni modernisasi yang diwarnai industri dan sekarang zaman milenial yang diwarnai booming informasi dari sarana komunikasi digital. Selain berbagai pengetahuan dan kemajuan Iptek yang mengubah semua dimensi kehidupan tradisi di komunitas adat budaya, maka ada juga sebaran informasi dasyat soal agama. Berbagai informasi tentang agama, baik materi yang positif maupun yang saling memfitnah serta aspek negatif lainnya, sekarang terus membanjiri pikiran setiap orang di mana pun melalui media informasi digital.
Iman setiap orang, khususnya anggota komunitas tradisi adat budaya sedang mengalami ujian dan perubahan. Catatan khusus, bahwa banjir informasi dari media komunikasi digital itu, sangat tidak sebanding kecepatan kemajuannya dengan kemampuan kecerdasan manusia untuk memilah, mencerna dan memilih informasi. Keadaan itu termasuk dalam hal agama dan aneka sebaran informasi yang berbeda-beda, sesuai kepentingan pembuat konten informasi medsos. Maka, soal iman para penerima informasi, khususnya yang ada di kampung adat budaya lokal, jelas menjadi tantangan iman. Bagaimana berjuang memahami agamanya, dan menghayati iman pribadi di tengah banjir informasi dari media komunikasi digital. Dinamika zaman terus bergerak cepat, dengan kemudahan media komunikasi digital zaman now. Nilai spiritualitas adat warisan leluhur pun masih mengalir dalam darah jiwa sanubariย pribadi.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

