Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Model politik tradisional diwarisi di setiap komunitas adat budaya masing-masing. Ada sistem distribusi kewenangan, ada aturan adat budayanya serta para pemangku adat budaya. Semua itu dibangun dan dimiliki untuk menjamin kelangsungan hidup komunitas adat budaya. Kemudian ada relasi politik pada zaman kerajaan, yang ikut mempengaruhi dinamika komunitas. Hal yang sama terjadi ketika datang koloni asing ke tanah air Nusantara, dan menjajah sekian abad. Sekarang ada terlahir kehidupan politik dalam NKRI. Relasi politik dengan bangsa lain terus saling terbangun dan mempengaruhi, sehingga kebijakan politik dalam negeri pun terus berubah.
Salah satu kebijakan politik yang terjadi adalah soal pemilu dan partai. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di kampung, khususnya menjelang adanya pemilihan kepala daerah, legislatif dan pilpres. Hadirnya kebijakan politik itu tidak menunggu semua masyarakat harus paham dan pintar politik. Ada wakil rakyat dan eksekutif yang telah dimandatkan untuk menentukan kebijakan politik, termasuk kebijakan politik anggaran pembangunan dan keuangan NKRI.
Tentang sistem pemilu, di mana ada pemilihan eksekutif dan legislatif, juga tercatat sejarah, bahwa terus berubah. Perubahan sistem pemilu itu berpengaruh hingga ke seluruh pelosok negeri ini, bahkan ke luar negeri. Saat ini, menjelang pemilu 2024, ada banyak parpol dan lahirnya banyak calon legislatif. Masyarakat komunitas kampung, sungguh harus memaksa diri berubah, dalam menggunakan hak pilihnya. Dinamika perjumpaan dengan politisi parpol, caleg dan capres pun ikut mengubah masyarakat kampung. Berbagai kemungkinan bisa terjadi dalam relasi parpol dan caleg dengan masyarakat pemilik suara.
Perubahan, pancaroba politik di kampung menjadi sebuah pengalaman nyata di kampung, dengan segala akibatnya. Ada banyak hal positif, tetapi sekaligus ada dampak negatif bagi masyarakat juga. Salah satu sumber persoalan adalah tidak semua masyarakat memahami hak suaranya, juga mengetahui sistem pemilu dan kebijakan politik yang ada di NKRI. Karena itu, sungguh perlu adanya pendidikan warga negara dan pendidikan calon pemilih menjelang pemilu 2024. Harapannya agar masyarakat mampu menggunakan hak pilihnya, serta berpartisipasi aktif dalam dinamika politik NKRI. Dengan demikian, demokrasi makin berkembang baik serta berkualitas, demi meraih kehidupan berbangsa dan bernegaraย adilย sejahtera.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

