Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Seperti di saat kedukaan dan hari raya agama serta adat budaya, ada nuansa politik, maka saat mudik pun ada warna-warni kepentingan politik. Mengapa hal demikian terjadi, ya, ini dalam konteks kepentingan menjelang pemilu 2024. Para politisi dan parpol melihat sebagai peluang dan kesempatan. Maka, sangat mungkin digunakan momen mudik Lebaran.
Ada peluang untuk distribusi informasi melalui media komunikasi, sarana publikasi dan peluang perjumpaan. Ada juga kemungkinan memberikan dukungan fasilitas, materi dan dana kepada pribadi, kelompok atau organisasi. Harapannya adalah dukungan suara pada pemilu 2024. Aneka cara dan strategi pendekatan selalu mungkin digunakan oleh para politisi dan parpol kepada warga yang mudik.
Dalam konteks politik, semua cara dan strategi bisa dimaklumi dan nyata mungkin terjadi. Di media sosial, ada sebaran informasi kegiatan politisi dan parpol sehubungan dengan mudik dan Lebaran. Misalnya, ucapan selamat dalam berbagai disain. Atau saat bulan puasa, ada acara berbuka bersama, dan pembagian takjil atau sembako dan bakti sosial oleh politisi dan parpol. Saat mudik pun ada aneka posko informasi, layanan kesehatan dan bantuan yang didukung atau disiapkan politisi dan parpol.
Warna-warni kegiatan politisi dan parpol adalah fenomena lumrah selama masa pemilu menuju 2024 di TPS, entah pemilihan legislatif maupun pilpres. Sedangkan bagi masyarakat pemilik suara, akan ada aneka reaksi dan pilihan, sesuai dengan pertimbangan, kepentingan dan hak masing-masing pribadi. Hemat saya, semuanya itu baik adanya, asalkan tidak saling memaksa, tidak mencaci maki, melahirkan permusuhan, perkelahian antar politisi dan parpol. Selama masih menjamin hak orang lain dan berlangsung LUBER, dalam koridor aturan yang ada, maka wajar dan baik adanya. Inilah demokrasi dan dinamika politik bangsa kita.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

