Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Sekarang sudah bergeliat berbagai kegiatan politik oleh caleg dan parpol menuju pemilu 2024. Beberapa waktu lalu, saya menulis fenomena tentang kegiatan politik yang bersinggungan dengan acara keagamaan dan adat budaya. Lalu, saat ini saya catat fenomena di tempat kedukaan, di mana ada juga indikasi aktivitas politik oleh oknum politisi.
Hal yang terlihat, misalnya menggunakan baju atau jacket beratribut parpol. Lalu, ekspresi keramahan kepada semua orang, seperti tebar pesona, membagi rokok, senyum dan sapaan pada semua orang di tempat kedukaan. Perilaku itu tidak terlihat sebelum terlibat kegiatan politik sebagai caleg atau pengurus parpol.
Ada juga kontribusi kepada keluarga duka dalam bentuk dukungan materi. Yang lain sempat tampil untuk bicara sebagai tokoh masyarakat atau wakil keluarga dalam kesempatan acara kedukaan. Pasti karena ada relasi kekerabatan dan upaya pendekatan tertentu. Namun, ada masyarakat yang berbisik, “beliau itu caleg dari parpol tertentu untuk DPRD Kabupaten.” Ada juga komentar lain uang turut memperkenalkan yang bersangkutan.
Hemat saya, soal mengupayakan kepentingan politik di tempat kedukaan, adalah hal nyata dan mungkin. Soal penilaian terhadap fenomena itu, kiranya kembali kepada masing-masing pribadi di masyarakat, maupun keluarga berduka. Saat ini, dengan canggihnya media komunikasi, kiranya masyarakat terbantu untuk semakin cerdas dan bijaksana membaca fenomena, termasuk soal kepentingan politik di tempat kedukaan.
Sebaliknya, jika betul demikian, para caleg pun pasti ada pertimbangan dan alasan khusus, jika memang menggunakan momen kedukaan untuk kepentingan politik. Misalnya untuk mensosialisasikan diri dan mencari dukungan suara. Politik adalah seni kemungkinan demi meraih kepentingan. Hak memilih dan memutuskan ada pada setiap masyarakat sebagaiย pemilikย suara.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

