Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com – Tidak selalu kita bisa berjumpa, harus dengan bertemu wajah, agar bersenda gurau cerita, atau berbagi duka lara, mengurai kusut problematika atau untuk meramu langkah meraih cita.
Memang, kodratnya kita saling butuh dan saling melengkapi.
Karena jarak memisahkan kita,
tangan tak mampu bersalaman, wajah tak bisa bersua, maka sarana komunikasi bisa digunakan untuk semua keperluan kita. Entah hanya tulisan kata, hanya pesan suara atau bisa dengan saling memandang, lalu berjumpa berbagi cerita.
Hebatnya misteri alam semesta, agungnya berkah Sang Ilahi, yang mengilhami manusia ciptakan Iptek, menemukan sarana komunikasi digital. Mujizat zaman milenial ini. Kita berjumpa di dunia Maya, bahkan ada yang mau jadi data
agar hidup abadi selamanya.
Aku ingin menjumpai sesama, dalam kata tanpa suara, dalam rindu tanpa wajah, dalam damba tanpa Iptek.
Setiap hari kepulan hasrat hati membubung, uap damba jiwa menebar, damba hasrat akan perjumpaan pribadi alami. Membaur dalam senyum jagat, terbang menyatu di sayap-sayap angin. Kuharapkan kalimat doa sahajaku, mampu menjabat erat hati nuranimu, ceria berjumpa sanubari jiwamu, dalam sunyi.
Aku ada karena kita ada. Kita sesama saudara alam. Kita wujud perjumpaan Ilahi, bersemi di atas bumi tanpa henti, dari generasi ke generasi, tanpa ada yang mengerti tuntas misteri insani.
Semuanya ada dan terjadi, lestari abadi dirangkul keajaiban waktu semesta, mengisi misteri ruang jagat. Memang nyata, bahwa semuanya tidak harus tuntas dikaji dan dimengerti pikiran manusia.

