Simply da Flores
…
1.
Nenek moyangku berkisah tentang Selebes
negeri pembuat sampan hingga kapal Phinisi
Leluhurku bercerita tentang Sulawesi
dan mengucap dalam sejarah relasi tempo doeloe
Ada perjumpaan dagang di pesisir pantai
Ada relasi darah, karena perkawinan
dengan saudara dari Kerajaan Goa
dari Makasar, Bone, Bugis, Buton, Badjo
Toraja dan Manado
Jauh sebelum datangnya penjajah Eropa
Sebuah relasi persaudaraan yang dilahirkan sejarah
Pasir pantai dan debur ombak jadi saksi
Aneka ikan dan hasil kebun ladang merangkul darah daging dan nafas
2.
Ada nama terpatri di sanubari dan tempat berjumpa
Nuba Badjo, Labuan Badjo, Tena Bugis, Ata Goan
Aneka ketrampilan dan pengetahuan hidup
telah bersemi dari perjumpaan
diwariskan dalam tradisi adat budaya
bahkan juga dalam mantra ritual
Maka terus bergema dalam sanubari
“Nenek moyangku orang pelaut”
yang mengobarkan semangat bahari
dalam jiwa raga para generasi
Untuk merantau mengadu nasib
dan membawa cahaya putra-putri Fajar
berkelana ke delapan penjuru jagat
3.
Kisah Selebes dan cerita Sulawesi
dengan segala pesona pernak-pernik
membawa nalarku berkelana
Mengagumi ombak gelombang lautan
sebagai Ibu Samudra bagi kehidupan
yang mempertemukan aneka suku bangsa
yang menganyam relasi kepentingan
yang menenun hubungan darah dan nafas
yang mengukir motif keanekaragaman
Kita sesama saudara manusia
Perbedaan adalah berkah dan kekuatan
untuk saling melengkapi karena saling membutuhkan
Bukan
saling bermusuhan dan berperang
karena memaksakan perbedaan hilang
karena mengharuskan selera dan kepentingan pribadi
4.
Kisah Selebes dan cerita Sulawesi
membawa berlayar pikiranku
tentang perjumpaan abadi pasir pantai dan ombak lautan
tentang kokohnya karang diterpa gelombang
tentang heroiknya generasi bahari menantang badai dengan senyum menjangkau pelabuhan damba
Ziarah para pelaut dan kelana nelayan
adalah penegasan makna kehidupan
“Setiap pribadi adalah bahtera
pikiran adalah nahkoda dan jiwa menjadi kemudi
Berlayar meraih pelabuhan hakiki”
5.
Hari ini kisah cerita bertambah
ketika membuka layar gadget
Tanah air Sulawesi terluka dan bumi Selebes terkoyak berdarah
karena dikorek untuk aneka tambang
Banyak hutan dibabat dan digundulkan jadi perkebunan
Masyarakat lokal tergusur dan bingung
sedangkan banyak perantau dan pekerja asing berbondong datang
Sampan dan perahu nelayan terhimpit lesu
oleh ratusan kapal asing penguras hasil laut
Ada relasi yang tidak harmonis
baik di darat dan di lautan
karena yang jadi tuan adalah kata-kata
karena yang jadi raja adalah angka uang
Sedangkan hukum dan aturan abu-abu
hak rakyat sering terabaikan demi pemilik modal dan pejabat rakus
Mungkin hanya ombak gelombang yang tahu jawabannya

