Simply da Flores
…
1.
Tak ada purnama siang
karena indahnya tak tampak
Gulita malam merayu para bintang
datang kagumi pesona bulan
Sedangkan wajah mentari tak nampak
tetapi
warna-warni sinarnya menghiasi purnama
Bangsaku beradab dan tanah airku kaya raya
Negeriku adalah zamrud kathulistiwa
yang diapit benua dan samudra
Beraneka suku adat budaya dan bahasa
Negara Kesatuan Republik Indonesia
Anugerah Sang Maha Pengasih
2.
Bulan purnama…
Gelap menggendong dan memeluknya
Kelam mencium dan membelainya
Gulita mendekap dan memanjakannya
Karena
wajahnya hanya bisa indah mempesona
ketika malam gelap gulita
Perjuangan meraih kemerdekaan NKRI
dibayar dengan darah dan nyawa
menelan korban harta benda
demi cita-cita luhur Proklamasi
Demi kehidupan segenap rakyat makmur sejahtera
dan harkat martabat bangsa merdeka berdaulat luhur
3.
Purnama dan gulita
ajarkan makna derita lara
goreskan arti sakit duka samsara
tegaskan kokohnya harkat pribadi
Setelah ditempa dalam malam gulita kelam
Diramu oleh energi cahaya misteri kehidupan
Senyum sukacita bahagia adalah kembaran sakit derita dan air mata
saat terbakar api duka lara samsara
“Habis gelap, terbitlah terang”
Habis merdeka, terjajah lagi oleh kerakusan bangsa sendiri
Apakah NKRI menjadi Negara koruptor rampok Indonesia
Haruskah sejarah negeri ini demikian
Entah sampai kapan?
5.
Ketika gelap memeluk negeriku
dan tak ada bintang melukis angkasa
ada rindu damba pada purnama
Saat gulita kelam pekat hadir
kobarkan selera hanguskan nalar waras
Nurani menjerit jiwa berteriak mencari sinar mentari makna hakiki
Saat sakit duka lara samsara
membelenggu nasib rakyat
serta kerakusan pejabat koruptor dan politisi busuk
merobek harkat martabat pribadi bangsa
Lahir seruan Indonesia gelap
dan lapar kebijaksanaan haus keadilan
serta membersitkan sinar kesadaran akan pentingnya iman dan wibawa hukum
Ada doa rindu damba hakiki
agar segera datang Ratu Adil
Di mana dan ke mana nasib Indonesia-ku saat ini?
6.
Rakyat yang sakit lara sengsara
memeluk malam dan membasahi dengan air mata
Masyarakat yang resah galau samsara
membelai gelap sunyi dengan suara parau tercekik
Bangsa yang galau gelisah kebingungan
berlari dalam kelam nasib tanpa arah
Hanya tersisa tanya pada angkasa
Kapan datang purnama penuh pesona
dihiasi tarian jutaan bintang solusi
menerangi gelapnya ruang jiwa raga
Lalu pewaris negeriku berseri makmur sejahtera damai
Menyanyikan lagu indah Indonesia Tanah Air Beta dan Indonesia Raya

