Simply da Flores
…
1.
Gelap…
engkau pergi datang tanpa diminta
Entah aku suka atau tidak padamu
Gulita….
engkau merangkul jiwa ragaku
aku tak mampu lepas mengelak
meski coba bersembunyi atau menciptakan terang
Kelam…
engkau merayap dalam rasa dan nalarku
ketika banyak tanya tanpa jawaban
Bahkan tanya adalah jawaban misteri
2.
Mengapa aku sepi dan sunyi
Siapakah engkau sepi
Siapakah engkau sunyi
Kenapa selalu mendatangiku
Kenapa terus merangkul adaku
Pikiran dan rasaku yang tertuang dalam kata
Sepi…
Aku terus menghindar
tetapi engkau menjadi nafasku
Apakah karena kebodohan dan dunguku
Adalah kemalasanku menjauhkan aku dari fakta
Ataukah orang lain harus kusalahkan?
3.
Sunyi…
Aku terus berlari menjauh
tetapi engkau mengalir dalam darahku
Aku inginkan banyak kebutuhan dan selera
tetapi tidak semua mampu kudapatkan
Aku kehendaki orang lain jadi seperti mauku
namun ternyata mereka pun demikian
Jawablah aku, wahai sepi
Siapakah engkau bagiku
Katakan padaku, sunyi
Mengapa selalu memelukku
4.
Kepadamu gelap, gulita, dan kelam
Kepadamu sunyi, sepi, dan galau
Aku terus bertanya dan menggugat
Apakah engkau Ibuku
Apakah engkau Ayahku
Adakah engkau kembaranku
Adakah kalian saudara-saudariku
Atau
Kalian adalah sumber energi hidupku?
Apakah kalian adalah asal dan tujuanku
5.
Gelap, gulita, dan kelam
Sunyi, sepi, dan galau
sering kugunakan jadi cap dan pengadilan
Ketika kuangkat jari dan menunjukkan
kepada keadaan atau pribadi orang lain di luarku
karena yakin akulah yang paling benar
Maka…
empat jari mengarah pada diriku
Jari yang kutunjuk pun milikku
Lalu…
Siapa yang gelap, sunyi, sepi, dan galau?

