Simply da Flores
…
1.
Gelap malam itu lagu wajib alam
karena selalu ada siang terang
Ada juga saat antara yakni remang pagi dan kelabu senja
Tak peduli kepada manusia
entah diketahui dan disadari
entah dialami secara rutin saja
entah menghindar sesuai kebutuhan pribadi
entah karena cacat penglihatannya
entah memang buta warna dan tidak mau tahu
2.
Ketika roda waktu berjalan
dan isi alam terjadi silih berganti
Mentari tak pernah berhenti bersinar
planet berputar pada porosnya dipandu misteri
Hari silih berganti merajut musim
Lalu
manusia yang mengalami hukum alam
pergi datang dalam sejarah
sebagai bagian dari alam semesta
membuat kisah cerita pengalaman
Ada gelap gulita malam
Ada cahaya bintang dan bulan
Ada senja pesona dan memudar kelabu
Ada siang terang bercahaya
Ada pagi merekah menyibak hari
Ada remang subuh bangunkan fajar
Bahasa melahirkan kata tentang warna
3.
Manusia berkreasi memberi makna
tentang malam kelam gelap gulita
Ada yang disesuaikan dengan tutur kata
Ada yang diibaratkan pada rasa selera
Ada yang dicap pada pikiran kesadaran
Ada yang ditempel pada nilai moralitas
Ada juga yang melukis wajah jiwa
Manusia memotret diri dengan warna alam
Bahkan hitam gelap gulita sering dicap kejahatan
4.
Suasana antara malam dan pagi hari
ketika remang dan samar subuh
ada yang menyebutnya suasana abu-abu
Lalu…
awal energi memulai pagi dinodai
dengan aneka keberanian mengadili
Sering yakin dijadikan semacam tradisi
bahwa pagi buta itu saat yang berbahaya
Dan
fakta menggugat dengan tanya
Apakah benar adanya itu saat berbahaya
5.
Zaman berganti dengan kemajuan Iptek
manusia beraktivitas tak kenal siang malam
karena segala waktu digunakan sesuai keperluan
karena sarana Iptek semakin tersedia
Cara menghadapi perubahan alam dan musim berkembang
Kepentingan manusia bertambah dalam roda zaman
Sekat batas ruang dan waktu dilintasi
Bahkan
manusia mampu menciptakan aneka warna dengan sarana Iptek
Siang dan malam hampir sama terangnya
dalam ruang ciptaan peradaban digital
Perlukah saling mencap dengan warna gelap, abu-abu, merah dan terang?
6.
Senja itu mempunyai pesona warna-warni
tergantung mata yang melihat dan kemauan menikmati
Batas siang dan malam pun ada samar remang kelabu
tergantung di mana manusia berada serta keadaan mata untuk melihat
Saat ini kembali pada tanya
Apakah abu-abu itu kejahatan
Apakah abu-abu itu sebuah ketakpastian
Apakah abu-abu tidak bermoral
Dan
masih banyak tanya lain bisa dideretkan
Memang…
keadaan alam dengan hukumnya
sangat berbeda dengan kepentingan manusia menggunakannya
juga bahasa dan kata yang dipakai
Siapakah malaikat dan siapa penjahat sekarang?
7.
Gelap, abu-abu, dan terang
pada hukum alam tidak bermasalah
karena memang demikian adanya dan terus terjadi
Namun
ketika manusia berkreasi dan berinovasi
demi meraih kebutuhan dan kepentingan
Lalu
memilih kata dalam bahasa yang terbatas
untuk memaknai pengalaman pribadinya
Maka
lahirlah aneka ungkapan dan cara
entah dalam komunikasi lisan atau tulisan
entah dengan media lokal atau digital
Semua demi kebenaran diri yang diyakini
Bahkan jika faktanya menghalalkan semua cara
Kekuasaan dan jabatan sering banyak wajah
8.
Media sosial menyebarkan kisah cerita
tentang pendapat adanya situasi dan pengalaman gelap, abu-abu, dan terang
Ada klaim dan saling menuding pendapat
Ada fakta miris duka lara rakyat dan pemberitaan niat baik program pejabat
Dan
terlihat jelas masing-masing mempunyai kelompok pendukung
Lalu
banyak yang hanya membaca dan diam
Mungkin soal warna dan kata
bukan urusan alam dan waktu
tetapi tergantung siapa pribadi yang mengatakannya
Apalagi soal kebenaran dan niat baik
Akhirnya Sang Waktu yang tahu semua
nafas dan desir darah pribadi yang menyadarinya
Entah sampai kapan saling menuding dan caci-maki
Quo vadis NKRI tercinta?

