Simply da Flores
…
1.
Senja merona di batas hari
angin sepoi lincah bercanda
Sepasang Kakek Nenek saling berpandang
senyum tipis penuh makna
membelai jejaknya di pematang sawah
Kaki mereka masih dipeluk erat lumpur
wajah penuh bangga menyapu hijau padi
Sebentar lagi tanaman akan berbulir dan menguning
doa sahaja mengalun dari hati sanubari
Ada gelak tawa menanti
anak cucu akan datang berlibur
Mereka menunggu malam pulihkan lelah sepanjang hari
2.
Menanti kendaraan di trotoar metropolitan
Di jalanan sedang hilir mudik nafas mengejar damba
karena prinsip waktu adalah uang
Ada gerobak mengantri di batas jalan
beberapa anak cekikikan bercanda
Ayahnya menarik gerobak dan Ibunya mendorong
Ada senyum tawa di gerobak pemulung
melerai deru debu kebisingan
meraih nasib di serpihan dan puing
Sampah adalah emas dan rezeki
tak peduli malam atau siang hari
Entah di mana tinggal dan nanti berteduh
3.
Sudah takdirnya ada kematian
manusia dibatasi usia kehidupan
Biasanya ada sedih duka lara
karena orang yang dicintai meninggal
entah umur berapa dan apa sebabnya
Air mata kesedihan menetes dari wajah kepentingan yang hilang
Namun…
ada senyum tawa dan lagu pujian
dari puing iman yang bercahaya
Ada juga canda ria saling menghibur
agar sedih lara nestapa diobati
Kematian raga tak hapuskan keabadian jiwa
Pengharapan jadi jembatan iman
Kasih mekarkan senyum dan canda ria
4.
Ketika di ruang persalinan bayi
para tenaga medis senyum ceria
memberi kekuatan bagi Ibu yang hendak melahirkan
Mereka bercanda menghibur keluarga yang cemas menanti
Ketika bayi lahir dan menangis
mengawali perjumpaan dengan roda kehidupannya
Justru Ibu Bapanya tersenyum ceria sukacita
Keluarga tertawa bahagia menyambut gembira
Segala perjuangan dan sakit melahirkan
seolah tak berarti dihalau kehadiran sang bayi
Buah cinta kasih sayang orangtua
anugerah Sang Pemilik kehidupan
agar generasi bersemi dan berinkarnasi
5.
Di lokasi perang dan bencana
pada umumnya ada kecemasan dan ketakutan
Senjata hilir mudik merenggut nyawa dan menghancurkan sarana
Bencana melanda menelan korban manusia dan harta benda
Para pihak dalam perang biasanya terlatih
mereka kuasai senjata dan bersahabat dengan darah serta kematian
Bahkan
mampu bangga atas perang yang bisa merenggut hidupnya
Maka…
di sana ada senyum tawa dan canda ria
meskipun desing peluru mengancam nyawa
Petugas bencana sudah biasa hadapi duka lara
maka ada senyum semangat dan canda ria
memacu energi pribadi menolong para korban
6.
Ketika para pejabat berhasil lakukan tugas
dan ada aneka kegiatan berjalan sukses
maka ada senyum tawa dan canda ria
di ruang kerja dingin sejuk
Saat ada penerimaan tamu kehormatan
atau perayaan protokoler lainnya
pasti ada sukacita dan senyum tawa
Di ruang ber-ac dan gedung bertingkat
para karyawan dan pemilik bisnis
sering berpesta rayakan keberhasilan usaha
Warna-warni kebahagiaan tak peduli status sosial
7.
Bagi mereka yang dianggap sampah sosial
entah di remang kolong jembatan
entah di trotoar dan lampu merah jalanan metropolitan
entah di rumah kardus dan emperan toko
Ternyata tidak hanya kisah lara nestapa ada di sana
Mereka juga manusia normal
di tengah kemiskinan dan kesulitan
masih ada senyum dan canda ria
karena berbagai alasan yang mereka miliki
Ada aroma wangi kembang senyum
yang semerbak di kolong langit ketakpastian
Ada canda ria di taman kemiskinan
menghalau getir dan aneka tanya
Ada alunan lagu merdu di remang malam dan terik jalanan
8.
Di panti asuhan biasanya digambarkan ketakberdayaan
Ada anak yatim piatu dan miskin
Ada mereka yang cacat dan terbuang dari keluarga
Di panti jompo ada para manula
mereka antri dijemput kematian
entah karena sakit lanjut usia
entah karena lapar kasih sayang
entah karena dahaga cinta sesama
lantaran mereka dianggap tak berguna lagi
Namun…
sering mereka justru menghibur
dan menguatkan para penderma dan pengunjung
Ada senyum tawa dan canda ria
karena mereka diajarkan onak duri hidup
karena mereka dilatih oleh fakta derita nasib
Ada nyanyian kehidupan bergema
tebarkan semangat cinta dan harapan akan kasih sayang
Ada doa syukur membahana di sana
karena lara nestapa jadi sahabat
karena bumi langit menulis syair desah nafasnya
dan irama lagu dalam desir darahnya
9.
Pengalaman adalah guru yang cerdas dan bijaksana
bagi setia anak manusia yang mau belajar
Fakta kehidupan mengamanatkan bahwa
Senyum tawa dan canda ria
serta kegembiraan dan sukacita
bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan pada siapa saja
Pribadi mana saja berhak
untuk bisa senyum, tertawa, bercanda ria
karena ada sukacita dan bahagia
Tidak ada status sosial dan harta
yang mampu membatasi senyum tawa dan canda ria
Tidak ada tempat dan situasi
yang bisa mencaplok dan memonopoli
pengalaman kegembiraan dan kebahagiaan
Matahari terbit bercahaya bagi siapa saja
Samudra membagi rasa asin kepada semua orang
Udara alam ini kita terima tanpa bayar

