Simply da Flores
…
1.
Cemburu pada Burung Pipit dan Rajawali
Pada kelembutan wajah angin
kawanan burung pipit menulis pujian semesta dengan kicauan syukur dan tarian jiwa
Padang rumput kering tetap tersenyum dibelai terik
Musim berganti temani suka duka
insan terus hilir mudik berjibaku andalkan kehebatan nalar dan hausnya selera
Burung pipit tak pernah lapar
selalu memanen rezeki meski tidak menanam dan merawat.
Seandainya aku nenjadi burung pipit,
Mungkin selalu ada syukur bersemi
Ataukah jika aku menjadi rajawali
mungkin bisa melintas angkasa sambil menulis syair lagu pujian
2.
Harmoni Pujian Senja
Adzan menggema menyapa jiwa
iringi langkah senja dipeluk malam
Dentang lonceng bertalu-talu
menghantar mentari dibasuh samudra
Nafas terjedah sadari waktu
Jejak langkah dipacu meraih asa dan cinta
kisah cerita bersemi seperti musim
Angka dan kata terus dipakai mendandani wajah
Entah sampai kapan sirna
3.
Melodi Purnama Biru
Masih seperti bulan kemarin wajah purnama bulat dan penuh bercahaya
Namun ada yang istimewa mempesona
Matanya bersinar biru didandani angkasa dan samudra
Katanya…
ini adalah pesan jagat raya kepada manusia
“Birunya angkasa membelai sanubari jiwa. Birunya samudra mendekap nalar dan nurani
Masihkah ada kasih sayang di bumi”
4.
Goresan Syair Pohon Pinus
Angin mengajarkan pucuk pohon meraih wajah mentari
Batu padas dan tanah gersang mengajarkan akar berlari kuat memeluk bumi
Ombak gelombang menuntun pikiran mendatangi pasir pantai untuk bersujud
Arus samudra memberi teladan kepada nurani dan sanubari jiwa menjadi bijak bestari
Setinggi pucuk pohon menjulang, begitulah dalamnya akar menukik
Selebar dahan-dahan membentang
demikianlah akarnya menjalar.
Pohon pinus menyebar di pantai, lembah, tebing, bukit dan gunung tinggi
menulis syair alam untuk manusia
Entah…
ada yang peduli dan membaca
…

