Simply da Flores
…
Kerlip api itu
sudah jadi bara dan nyala
Bara nyala itu
kini menjelma jadi sajak
Kata dan kalimat saling tertarik
Ayat-ayat kebutuhan bergelora
merangkai energi bumi dan mentari
Sajak bara dan nyala api
Ketika dibaca dan ditelisik
ternyata selalu bermetamorfosa jadi kebakaran
Kebakaran itu
sudah melahirkan buku samudra
kisah cerita manusia api
Buku samudra itu
terpajang di angkasa jadi perpustakaan
Dan
manusia membaca samudra api di angkasa
dengan nanar bola mata tanya
Zaman diciptakan dan membentuk manusia
manusia api yang terus berlari dan berinkarnasi
Bara selera manusia berkobar menghanguskan
Nyala hasrat terus membangun rumah di awan
agar bisa tidur dan bermimpi
Sambil puaskan dahaga dengan cahaya bintang
dan kenyangkan lapar dengan sinar purnama
Manusia api berimajinasi hidup abadi
Manusia bermimpi…
berjuta mimpi terus menjelma
menjadi hujan, pelangi dan planet kreasi
Dunia maya
diperintah imajinasi jari jemari
berlari dan terus mencari energi asali
di mana api Surga dan bara Neraka
dalam liku lorong kecemasan jiwa
Apakah tanya hakiki ada jawaban sejati
Tetapi…
Fakta dan misteri berpelukan mesra telapak kaki manusia masih digendong debu tanah
Alat pernafasannya masih mengandalkan udara
raga masih dibatasi ruang dan tempo
Sejuta tanya terbang tanpa sayap jawaban
karena selera dan imajinasi paradoks
berlari antara ada dan tiada
Saat sadari telapak dan nafas
manusia mestinya tertawakan pikirannya
manusia perlu basahi nurani dengan ludahnya
manusia sewajarnya membasuh jiwa dengan air matanya
manusia kembali sadari punya raga dan jiwa
Manusia ada dan menjadi
dalam fakta dan misteri
Ternyata…
Waktu membatasi nafas insani
Raga pasti kembali ke debu tanah
Jiwa akan mengejar mentari
Entah dengan jejak mimpi
Entah dengan sayap damba
Entah dengan bara nyala api
Entah dengan sayap kecemasan dan imajinasi
Entah sujud memeluk kaki Ilahi
pada arang dan puing nasib kodrati

