Simply da Flores
…
1.
Saat senja di ufuk Timur
remang gulita malam melerai hari
lalu berjalan di hamparan gemerlap metropolitan
Mencari senyum di kolam air mata
mendengarkan gelak tawa lara derita
saksikan gelandangan dan pemulung meraih nasib di trotoar dan tong sampah
Sedangkan…
pesta pora para tikus dan kecoa gemerlap
karena kucing-kucing lumpuh dan tak berkuku
Kata-kata kekuasaan membelenggu waktu
Angka-angka kekayaan menguasai nurani jiwa
Kejahatan sudah menguasai pikiran
untuk menghalalkan segala cara meraih tujuan
Pagar moralitas dan iman terus dibakar
Mungkin ini zaman edan
menunggu datangnya Ratu Adil
2.
Ketika remang senja di Barat
gulita malam semakin pekat
Jauh di kampung dan dusun
orang-orang dibungkam bisu
setelah harkat martabatnya ditembaki
agar bisa merampas harta miliknya
Anjing melolong merobek tirai gulita
tanyakan darah dan air mata yang mengalir
Raung alat berat mengorek perut bumi
dan membabat hutan
margasatwa lari terkulai dan mati
Desing peluru terbahak penuh bangga
rayakan kemenangan atas ilalang dan debu
Hukum dan aturan tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas
karena dipenjarakan koruptor, pemodal tamak dan politisi busuk
3.
Ketika senja di sebelah Utara
Wajah anak negeri dilumuri asap
bara api membakar rumah mimpi-mimpi
Pesona rindu kathulistiwa samar digusur kebijakan
Sinar cahaya mentari sirna dihalau sumpah janji
Masa depan dihardik badai negeri tipu-tipu
karena kemanusiaan yang adil dan beradab
diterjang banjir lumpur kerakusan
karena keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
hanyalah hoaks dan pepesan kosong di konten sosmed
Sandiwara para jawara dipentaskan
lakon bisa saling bertukar
tergantung siapa produser dan siapa sutradaranya
Negeri ini seperti panggung sandiwara
4.
Ketika senja di belahan Selatan
Samudra bergelora hempaskan sampah
ombak gelombang menerjang hamparan nasib rakyat
yang lara tak berdaya untuk berlari
Bangsa ini sedang tidak baik-baik saja
Negara ini sedang dilanda banyak problema
entah di mana cita-cita Proklamasi
entah kemana Pancasila dan UUD’45
entah apa makna Merah Putih
entah bagaimana kearifan leluhur dan iman
entah untuk siapa pembangunan nasional
entah ke mana kekayaan tanah air
Semuanya terdiam dan sering bisu
masalah diatasi dengan masalah baru
Bahkan biasanya tampil drama saling mempersalahkan
“Azimat maling teriak maling”
5.
Berdiri di ujung senja harapan
antara rindu damba siang
dan deretan tanya gulita malam
Mungkin…
coba katakan saja sebisanya
pada padang ilalang yang terkulai
pada hamparan hutan yang digunduli
pada perut bumi yang terkoyak
pada kolam air mata dan banjir darah
pada laskar korban yang bisu terbungkam
Barangkali ada jawaban di awan
atau mungkin di layar dunia maya
Angin berhembus
kafilah berlalu
Manusia bertambah banyak
sumber daya alam terbatas
Yang kuat menang dan yang lemah dikalahkan
Samudra selalu kirimkan ombak gelombang
menggempur hamparan derita lara pasir pantai

