Simply da Flores
…
1.
Dua telapakku dipeluk debu tanah
sudah seharian diajak berkelana
Lelah ragaku di pangkuan senja
menanti malam pulihkan letih
Sebelum mata terpejam direnggut ketaksadaran
aku coba merayu waktu
agar besok jangan tinggalkan ragaku
agar besok mau mengubah pribadiku
agar nanti beri aku angka dan kata
agar jangan bungkam mulut dan hidungku
Waktu hanya tersenyum tanpa kata
aku terlelap dalam pasrah, damba dan tanya
2.
Angin tak tahu siang dan malam
karena mengiringi langkah waktu
Dia itu pengembara abadi
yang sangat kenal aku, engkau dan semua
karena selalu menemani desah nafas
Kepadanya aku berani meminta
“Relakah engkau menemaniku mengejar waktu
Masihkah engkau mengisi hidung dan paru-paruku
bawalah aku menemui besok”
Dengan santai angin menjawab
“Aku masih di sini menemanimu
biarkan tanyamu dijawab malam
rebahkan ragamu dipelukan gulita
Hanya Sang Maha Angin yang punya kuasa
untuk mengubah engkau dalam waktu”
3.
Sepanjang hari ini adalah fakta
waktu telah membawa aku berkelana
Senja segera berlalu dan gulita sedang datang
mengapa angin tak punya tanya dan keraguan akan besok
Sambil serahkan diri dalam diam
merebahkan raga memasuki ketaksadaran
kubisik pada gulita malam
“Ternyata aku yang dibatasi ruang dan waktu
Aku yang alami siang senja dan malam
Aku yang bedakan kemarin, sekarang dan esok
Sedangkan waktu dan angin
tak mampu kubatasi dengan pikiranku”
4.
Kuingat catatan para cendekiawan
“Kemarin adalah kenangan fakta
Hari ini adalah kenyataan bersemi
Besok adalah harapan yang dinanti”
Pengalaman adanya siang dan malam
fakta roda pergantian hari
memang berbeda di setiap tempat
karena bumi berputar mengitari mentari
musim pun silih berganti
aku pun terus berinkarnasi
terus ada dan menjadi
Dan
aku tak bisa berada di dua tempat
pada waktu yang sama
meskipun pikiran bisa ke mana-mana
apalagi imajinasi dan mimpi-mimpi
Besok pasti ada dan terjadi
tetapi belum tentu aku di sana
5.
Kemarin pernah kudengar nasihat angin
yang ajarkan mantra pada pikiran
“Jika ingin kenal dan kuasai dunia
maka kenal dan kuasailah pribadimu
Jangan pernah menabur angin
karena pasti Anda menuai badai
Setiap benih yang ditanam
pasti berinkarnasi dan hilang rupa
demi menghasilkan buah yang baru
Jika ingin pahami Timur
pergilah meraih ke arah Barat
jika mau mengetahui Utara
berjalanlah belajar kepada Selatan
karena bumi ini bulat adanya
Dan
jika ingin mencapai besok
sadari dan bersahabatlah dengan hari ini dan kemarin
Jika mau meraih tambahan hari umurmu
bersyukurlah kepada Sang Pemilik desah nafas dan desir darah
berterimakasihlah pada udara, waktu, alat pernafasan dan jantungmu”

