Simply da Flores
…
1.
Dua telinga sedang bicara
mereka saling berbagi kisah cerita
Tentang letaknya di samping wajah
bukan di dahi atau dada
Tentang jaraknya berjauhan
bukan seperti mata dan hidung
Tentang bentuknya yang unik
ada bagian luar dan dalam
tidak seperti jari tangan dan kaki
Tentang jarang digunakan pemilik
jika dibandingkan mulut dan tangan
Tentang ada yang menutupnya
dengan rambut atau kain
Aku hanya diam menyaksikan
dan tersenyum penuh kagum
Kedua telinga terus bercerita
dan membuat kreasi peran
“Sudah terlalu sering kita mendengarkan
perkataan dari mulut pemilik
juga dari banyak orang lain
serta suara alam dan sarana ciptaan
Mungkin sudah saatnya sekarang
kita belajar mendengarkan
yang tidak terucapkan
yang diam tak bersuara
dan mendengarkan yang tidak mampu bicara
Mendengarkan suara hati
Mendengarkan bisikan jiwa”
2.
Huruf jadi kata dan kalimat
Ayat-ayat jadi bait dan artikel
Banyak ragam tulisan kisah cerita
untuk sampaikan pikiran penulisnya
Entah tentang pengalaman masa lalu
Entah tentang fakta hari ini
Entah tentang harapan esok
Entah tentang mimpi-mimpi
Entah tentang orang lain dan dunia gaib
Semua tulisan dalam lembaran kertas
atau sekarang di layar digital
Ternyata tidak mampu merangkul diri penulis
Tidak bisa mewadahi semua pengalaman
Tidak tuntas menyingkap realitas
Bahasa manusia memang terbatas
“Mungkin saatnya perlu belajar Membaca di antara baris yang tidak tertulis
Belajar mengetahui yang tidak dialami
dan menulis yang tidak biasa dituliskan”
3.
Ada banyak hal yang disuarakan
tetapi tidak semua mau didengarkan
Suara dan bunyi itu terus bergema
entah dari sesama saudara
Entah dari aneka alat ciptaaan
Entah dari alam lingkungan
Entah dari jahat raya semesta
Entah dari alam gaib misteri
Entah dari dalam hati sanubari
Ada banyak fakta istimewa
bahkan sedemikian penting luar biasa
Namun karena biasa dialami, sehingga dianggap biasa saja
bahkan sering diabaikan dilupakan
Ternyata…
entah dua telinga untuk mendengar
entah jemari tangan untuk menulis
entah mulut untuk berbicara
serta semua anggota tubuh lainnya
Dikendalikan oleh keputusan pikiran
sesuai kebutuhan dan kepentingan
sesuai pengetahuan dan kesadaran
sesuai nilai dan kebijaksanaan
Dan
setiap pribadi berbeda pilihannya
karena berbeda kemampuan berpikirnya
“Mungkin harus belajar merawat pikiran agar selalu sehat
dan selalu mampu mensyukurinya”
Manusia bukan hewan dan batu kayu
karena memiliki kemampuan berpikir
4.
Ketidak-puasan selera mengembara
dari muara menyusuri sungai mencari mata air
Keingintahuan berkelana siang malam
melintasi pasir pantai menghitung ombak
menerjang gelombang dan menyelami samudra
Kesombongan terbangkan angan menerobos angkasa raya
menghitung jumlah bintang dan galaksi
membangun mimpi di planet-planet
meludahi mentari dan mau menutupnya dengan jemari tangan
Keangkuhan seperti angin berhembus
lintasi gunung lembah ilusi
tak punya pondok atau istana berteduh
padahal nafas adalah tanda utama hidup
Manusia membawa tanya dirinya
untuk menyibak misteri alam semesta
agar rasa ingin tahu terpuaskan
agar mampu menghilangkan hukum alam
Tetapi…
lupa bahwa dirinya tetap terbatas
dalam sekat ruang dan waktu hidup
“Ada manusia mencari yang tersembunyi
dan terus mengejar yang tak terjangkau
Lalu melupakan siapa dirinya sendiri”
Rupanya perlu siapkan waktu
untuk bisa menertawakan diri sendiri

