Simply da Flores
…
1.
Cahaya itu jadi mahkotaku
disematkan Ibu sejak di kandungan
Sinar itu obor langkahku
diberikan Ayah sejak lahirku
Jadi doa dan mantra pribadiku
terpatri dalam jiwa raga
selalu aku andalkan sebagai azimat
Aku mengembara bersama angin
menelusuri delapan arah penjuru
Membakar rindu damba jiwa
dalam tabur api suka duka
Aku tersenyum dalam luka lara
karena cahaya tak pernah pudar
membalut kobar jiwa raga
2.
Jauh aku melangkah berkelana
cahaya sinar itu tetap terpatri
dalam suka duka langkah
dalam senyum lara rasa
dalam pergulatan nurani jiwa
dalam dinamika perjuangan makna
Loro Sae – mentari tumpah darah
Aku tak bisa lupakan amanatmu
Aku harus ada dan menjadi
tak peduli perih pedih mencengkram
Aku melintasi samudra zaman
Aku menerjang angkasa harapan
3.
Seribu gelombang menutup jalan
cahayamu setia jadi doa Ibuku
Sejuta awan mendera nasib
sinarmu lestari memeluk tekad
Aku harus bangkit dan sukses
Aku harus sampai puncak rindu
Aku harus meraih pelabuhan jiwa
Aku Putri Loro Sae
membawa cahaya kasih semesta
Aku harus jadi berkat
seberkas cahaya dalam gulita
meski sering diingkari mata sesama
tetapi pasti terlihat matahari
4.
Hari ini dan di sini
Aku masih terus berlari
mengejar mimpi melerai kabut
Aku tak lupakan Loro Sae
Sang Fajar tanah tumpah darah
Sang cahaya tempat lahir
Cahaya doa Ibu terkasih
Sinar mantra Ayah tercinta
jadi sumber kekuatan diri
Aku terus berjalan menoreh arti
meski seribu problema menggalang
Aku tetap melangkah menenun makna
biar sejuta awan mengepung
5.
Padamu Loro Sae, aku berjanji
Padamu Mentari Abadi bersumpah
Aku terus merenda nafas
Aku tetap menenun desir darah
Aku Putri Loro Sae
bukan ribuan kabut penghalang
bukan jutaan awan pecundang
bukan sandiwara problema usang
Aku pembawa cahaya kasih sayang
Aku pemilik mahkota cinta asali
Aku putri dari rahim Mentari Ilahi

