Simply da Flores
1.
Engkau pergi dalam hembusanku
Engkau datang dalam hirupanku
Engkau masuk menjelajah seluruh tubuhku
Engkau menjadi sumber energi adaku
Engkau ciri utama aku hidup
Sedemikian dekat dan menyatu padaku
sehingga sering kuanggap biasa
bahkan biasa saja dan kuabaikan
Namun…
ketika batuk pilek menyerangku
begitu panik segera mencari obat
Apalagi ketika alat pernafasan tidak berfungsi lagi
Dalam diam dan hening ini
Aku coba menghitung waktu hidupku
Setiap hari ada 24 jam bernafas
artinya ada 1440 menit kudapat
semuanya gratis cuma-cuma
Udara tidak kubayar sepeser pun
alat pernafasanku berfungsi otomatis
Lalu,
berapa menit kupakai untuk menyadari nafasku
berapa menit kugunakan untuk bersyukur kepada Sang Maha Udara
berapa menit aku berterima kasih kepada udara
berapa menit aku pakai menyapa alat pernafasanku
Mati adalah berhentinya fungsi alat pernafasanku
Ya, Sang Maha Udara
Syukur atas udara dalam kehidupanku
terima kasih dan syukur atas berfungsinya alat pernafasanku
terima kasih tidak kubayar udara-Mu
terima kasih sekarang kusadari
Terima kasih sekarang aku bisa bersyukur dan berterima kasih
2.
Detakmu mengiring desah nafasku
Desirmu menemani langkah ziarahku
Darah dan daging meramu tubuhku
seluruh anggota raga mengayam siapa sosokku
Luar biasa adanya dan terjadi
namun sering terlewat kuabaikan
karena menganggap sudah kodratnya
Biasa-biasa saja
Tentang engkau detak jantungku
biasa kupeduli ketika ada masalah
apalagi divonis oleh dokter, bahwa ada penyakit
Darahku sering mendapat peduli
saat ada luka dan celaka
apalagi diminta tambahan darah
Maka
segala upaya dilakukan demi darah
Pembuluh darah yang jarang kuketahui
karena ada dalam tubuh dan memang aku tak pandai
tapi begitu berperan mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh
Mati itu artinya detak jantung dan desir darah berhenti
Ya, Sang Empunya
jantung dan darah
sungguh ajaib karya agung-Mu
Sistem peredaran darah bagi tubuhku untuk bisa hidup
Syukur atas jantung, pembuluh darah dan darahku
Terima kasih semua sistem peredaran darahku
Ampuni aku yang jarang bersyukur atas jantung, pembuluh darah dan darahku
3.
Karena ada engkau
maka aku bukan kawanan binatang
Aku juga bukan batu atau tumbuhan
Aku ciptaan istimewa karena ada otak untuk berpikir
Karena berpikir maka bisa memiliki pengetahuan
Dengan kemampuan pikiran itu
pengalaman bisa direfleksi dan disadari
Ilmu pengetahuan dan sarana teknik mampu dikreasikan
Aku bisa belajar mengetahui dan mengenal
siapa aku dan sesama
apa isi alam lingkungan
Bagaimana memenuhi kebutuhan hidup
Apa manfaat dan nilai hidupku
Aku sadari pengalaman rohaniku
Aku pribadi jasmani rohani
Pikiranku memandu langkah kelana
Aku hidup, ada dan menjadi
Aku berubah dalam waktu
Aku unik tetapi bagian dari sesama
Aku hanya bagian kecil dari semesta
hidupku mutlak tergantung pada alam lingkungan
Aku dari alam dan pasti kembali ke alam
Hidupku terbatas
dalam waktu yang tak terbatas
dalam kaya dan luasnya alam raya
Aku adalah tanya abadi
Aku adalah ciptaan nyata sekaligus misteri
Aku adalah jawaban tanyaku
dengan keistimewaan pikiran ku
Aku ingin tahu semua hal
tapi kemampuan pikiranku terbatas
Aku ini percikan kreasi Sang Maha Berpikir
Ya, Sang Maha Pikiran
Terpujilah berkat dan anugerah pikiran
Syukur atas otak yang mampu berpikir
Terima kasih otak dan pikiranku
yang jadi sumber kendali semua pengalamanku
Aku berpikir maka aku ada
Aku ada dengan otak maka aku berpikir
Aku ada dan jadi dengan pikiranku
Syukur kepada-Mu
Ya, Sang Pencipta
aku bisa gunakan pikiran untuk menyatakan syukur dan terima kasihku

