Simply da Flores
…
1.
Pada jemari puing terkulai
ada secarik kertas kumal bicara
“Coba dengarkan apa yang tidak terucap
karena bulan bisa bicara
Berusaha membaca yang tidak tertulis
karena angin mencatat di nafasmu”
Ribuan telapak saling menginjak
Jutaan jejak terus bertumpuk dan berkelahi
Telapak mengejar laju waktu
Jejak berjibaku menangkap perubahan
2.
Jemari kebutuhan ingin keringkan samudra
siang malam terus merobek waktu
Parade laskar selera gegap gempita
merasuk jiwa raga bergulat
mencampur debu tanah dan isi langit
agar puaskan dahaga rasa
Pikiran dikuras mendamaikan pribadi
agar kebutuhan dan selera berpelukan
hadapi fakta pelangi pengalaman
3.
Angin dirasakan selalu hadir
entah di mana pondok atau istananya
Pada relung sanubari sunyi
mentari sering rebah tertidur
tinggalkan mimpi dan debur ombak
bagi bocah-bocah lugu sahaja
Dan…
tungku selalu merindukan api
untuk puaskan damba pada bara dan asap
Para Ibu memasak suka duka
sambil bisikkan mantra bagi generasi
agar bisa mendengar dan melihat
4.
Kepulan asap tembakau berbisik
pecahkan keheningan malam sakral
bangunkan tidur arwah leluhur
Hitam legam kopi pahit mengasah nalar
menyulut fajar terangi kesadaran
“Bersahabat dan nikmatilah kepahitan
Cintai lara derita kehidupan
Sayangi dan agungkanlah kematian
sebagian inti hakikat pribadimu”
Desah nafas terus mengiringi waktu
Desir darah menyiram rindu damba
5.
Dua telinga sering jarang mendengar
Satu mulut menjadi samudra kata
Mulut dan telinga dipandu nalar
entah karena miskin pengetahuan
entah karena lapar ketrampilan
entah karena malas berkreasi
entah karena kurus kebijaksanaan
entah karena buta hati dan jiwa
Lalu…
anjing menggonggong langkah berlari
burung bernyanyi dedaunan menari-nari
Jemari tangan asyik kepakkan dia sayap
terbang meraih mimpi dan imajinasi
Dan
telapak kaki menulis fakta pada debu tanah
6.
Jika ingin mencapai timur
ayunkan langkahmu pergi ke barat
Kalau mau memahami utara
pergilah menuju ke selatan
Kenalilah dan kuasai diri pribadi
agar bisa memahami dunia sekitar
Maka…
kalau merindukan kehadiran kupu-kupu
tanamlah bunga yang mereka sukai
Bulir padi yang bernas menguning
pasti merunduk hormati mentari
pasti bersujud mensyukuri bumi
7.
Menyibak tabir rindu damba
mungkin seperti mengejar bayangan diri
mungkin belajar melatih berpikir
mungkin berjuang merawat kesadaran
mungkin berperang menghadapi kenyataan
Ataukah…
uluran tangan berkenalan dengan fakta
kesediaan bersahabat dengan realitas pengalaman
Belajar mengakui dan mencintai diri
dalam roda gelora waktu
dalam paradoks hakiki suka duka
yang dilahirkan keajaiban semesta

