Simply da Flores
…
1.
Di tanah air Nusantata ini
tumpah darah kita terpatri
kita putra-putri Indonesia
kita generasi pewaris NKRI
Di bumi pertiwi negeri ini
sejarah panjang bangsa tertulis
dengan air mata darah dan nyawa
Demi kibarkan Sang Saka Merah Putih
Merahnya darah keberanian para pahlawan
Putih tulang dan jiwa para patriot
hingga hadirnya NKRI tercinta
“Perjuangan melawan bangsa penjajah memang sulit dan tidak mudah
Tetapi jauh lebih sulit adanya
ketika berjuang melawan para penjajah dan pengkhianat
dari dalam bangsa kita sendiri”
Rindu kita
Garuda Pancasila tetap kepakkan sayap makna sakralnya
dalam pribadi seluruh anak bangsa Indonesia
Damba kita
Sang Saka Merah Putih
terus berkibar dalam jiwa raga segenap pewaris NKRI
2.
Garuda Pancasila dijadikan lambang NKRI
maka
bukan garuda merah putih hitam
milik bangsa mana pun di dunia
atau lambang dari negara siapa pun
Kepak sayap heroik Garuda Pancasila
terbang dari pikiran dan komitmen nalar para pendiri NKRI
terpatri dalam nurani dan jiwa para pahlawan
Didambakan terwaris dalam aliran darah anak bangsa
diamanatkan menjadi desah nafas kita pewaris NKRI
Kita sekalian generas pewaris bangsa dan NKRI
Yang mengemban amanat proklamasi
Yang harus berjuang mengisi kemerdekaan NKRI
Yang harus berjiwa Sang Merah Putih
Bukan menggugat dan memutilasi makna Pancasila
Bukan mempermainkan dan mengabaikan jiwa hakikat lima silanya
demi meraih selera jabatan politik
dan saling kompak menyuburkan korupsi di negeri ini
dengan sumpah janji palsu
dan mengatas-namakan Tuhan Yang Maha Esa
Kibar merah Putih
kini seperti hanya seremonial
bahkan ada yang mau menggantikan bendera NKRI
dengan bentuk dan warna lainnya
juga atas nama Sang Maha Pencipta
“Nafsu pribadi dan tujuan kelompok
menghalalkan segala cara dan aturan
bahkan dengan sumpah atas nama Ketuhanan Yang Maha Esa”
3.
Wahai para pejabat NKRI
masihkah matamu melihat lambang Garuda Pancasila
dalam lembaran resmi negara
dalam lambang yang disemat pada pakain dinasmu
dalam cap resmi segala kebijakanmu
dalam ruangan mewah kantornu
Apakah Pancasila masih menjadi dasar NKRI
Apakah Sang Saka Merah Putih tetap bermakna sebagai bendera negara
ataukah sudah berubah warna dan diganti maknanya
Wahai para politisi dan cendekiawan bijak pandai
apakah kalian masih warga negara NKRI
Apakah dengan kehebatanmu maka fakta sejarah NKRI harus dipermainkan dan diputarbalikkan
Di manakah tanah lahirmu dan tumpah darahmu
“Kami masyarakat kecil bingung menyaksikan silat lidah dan konten kalian di sosial media
Kami rakyat NKRI lelah merana
dijadikan korban sumpah janji kalian
dan permainan politik kemunafikan anda”
4.
Hari ini…
wajah tanah air NKRI muram
Kepak sayap Garuda Pancasila terkulai
Kibar Sang Saka Merah Putih ternoda
Korupsi terus beranak pinak di negeri ini
Kekayaan alam digarong demi pribadi dan kelompok
sambil rakyat digusur, disiksa dan ditembaki
Hukum tumpul ke atas dan tajam ke rakyat
yang punya uang dan kekuasaan jaya
rakyat menjerit merana mencari keadilan
apalagi mengharapkan kedaulatan tertinggi di tangan rakyat
Di bawah kibar Sang Saka Merah Putih
persekongkolan membagi jabatan dan kursi kekuasaan dilakukan
atas nama aturan dan hukum
dengan sumpah atas nama Tuhan Yang Maha Esa
Saat dapat untung dan maling bersama
bisa kalian tertawa terbahak dan saling berpelukan
Saat tidak kebagian kuasa dan harta korupsi
maka kalian saling menuding dan mencuci tangan
bahkan saling mengancam membongkar aib sahabat
yang kemarin sama-sama korupsi
sambil berpesta narkoba dan seks
5.
Wahai para pejabat korup
dan politisi busuk
Di manakah Garuda Pancasila untuk kami rakyat
Masihkah ada Sang Saka Merah Putih untuk Indonesia Raya
Apakah rakyat masih memiliki kedaulatan di negeri ini
Untuk siapakah NKRI ini
Di manakah pikiran dan huranimu
saat mengucapkan sumpah jabatan
Adakah jiwa sanubarimu takut akan Tuhanmu
dan menjaga kehormatan orangtua leluhur
Sadarkah kalian semua bahwa
zaman milenial ini ada jejak digital
dan hakikatnya ada jejak jiwa di bumi pertiwi serta matahari
saat badan kembali ke tanah dan jiwa menghadap Ilahi
6.
Atas nama Garuda Pancasila
dan Sang Saka Merah Putih
kami rakyat berharap dalam lara nestapa
kami rakyat bersuara dalam rindu damba
Tegakkan supremasi hukum NKRI
dengan nama Ketuhanan Yang Maha Esa
Laksanakan Lima Silanya Pancasila secara murni dan konsekuen
Di bawah kibar Sang Saka Merah Putih
Hentikan budaya korupsi dengan keberanian dan kesucian pribadi seperti makna sakral bendera NKRI
Jangan teruskan budaya “maling teriak maling”
serta konten medsos saling mengancam membongkar korupsi
Jangan gadaikan harkat dan martabatmu
lalu korbankan dan khianati tumpah darahmu
serta kotori wajah bangsa NKRI
hanya demi segelas susu dan sepotong roti di negeri orang
Masihkah anda pewaris NKRI
7.
Saudara sebangsa dan setanah air
mari heningkan cipta sebagai rakyat
daraskan doa pasrah sahaja
teteskan air mata memohon Ibu Bumi Pertiwi
tempat jenazah para pahlawan NKRI terbaring
Mari heningkan cipta dan naikkan sujud
ungkapkan doa sanubari patriot sejati
kepada Sang Ilahi di pelataran Mentari
di mana jiwa para kusuma bangsa bersamadhi
Satukan tekad roh dan jiwa
memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa
agar memberikan ampunnya bagi semua salah dosa
agar menerangi jiwa raga kita semua
agar mengajari kita tahu berterima kasih
dan mampu bersyukur
agar memberikan kita waras dan cerdas berpikir
agar menyehatkan raga kita bekerja mengisi kemerdekaan NKRI
agar mendandani kita nurani beradab dan jiwa beriman taqwa
8.
Di bawah kepak sayap Garuda Pancasila
dan Kibar Sang Merah Putih
Mari tunjukkan kita bangsa berbudaya
mempunyai harkat dan martabat
Bukan budak nafsu dan buta nurani
Bukan boneka bangsa lain dan pengkhianat bangsa sendiri
Wahai para pejabat negara dan politisi
berikan kami rakyat teladan luhur dan bijaksana
Bukan kata janji dan sumpah palsu
tak punya malu, bejat moral, buta nurani dan kotor harkat martabat
Jadilah kalian pemimpin bangsa
Tunjukan kalian pewaris NKRI
bukan koruptor dan pengkhianat bangsa
Tampilkan pribadi kalian semua
adalah patriot sejati Pancasila
pewaris amanat sakral Sang Saka Merah Putih
NKRI harga mati
Pancasila dasar Negara
Indonesia maju dan jaya

