Simply da Flores
Paradoks Kreasi Digital Milenial
Faktanya kita manusia ini
terlahir dalam keterbatasan ruang dan waktu
Dan mungkin karena fakta itu
ada keinginan bisa melintas ruang dan waktu
Manusia ingin terus menjelajah
mau mengetahui dan menguasai
beragam obyek dan pengalaman
lahirlah berbagai ilmu dan terknologi
Kita bisa berlayar di samudra
Kita bisa bertransportasi di daratan
Kita bisa terbang menjangkau wilayah
bahkan bisa ke luar angkasa
Dari fakta keterbatasan alamiah
justru lahir mimpi dan kerinduan
Ada harapan dan keyakinan mampu
ditemukanlah ilmu dan teknologi
Dinamika peradaban terus terjadi
manusia berkreasi dan berinovasi
Semuanya menggunakan nalar berpikir
“Manusia selalu ada dan terus menjadi”
Dengan kecanggihan sarana digital
Jarak dapat diperpendek dan dijangkau
Kemudahan informasi mampu tersimpan dan dipublikasi
Hampir semua bidang kehidupan dipermudah
Semakin banyak tanya dapat dijawab
meskipun selalu lahir pertanyaan baru
Mengapa begini dan mengapa begitu
Mengapa masih ada misteri dan keterbatasan manusia
Bagaimana menguasai diri dan alam semesta ini
Hadirnya teknologi digital
hasil kecanggihan nalar pikiran
ternyata semakin memperluas misteri
Misteri siapakah diri manusia
Misteri apa dan siapa isi alam semesta
Misteri Sang Maha Misteri
Sang Asal dan Sumber segala sesuatu
Misteri ada dan tiada
bagi pikiran
yang ingin tahu semua hal
tetapi sekaligus tetap terbatas kemampuan nalar
juga keterbatasan kecanggihan teknologi digital
Dari mana dan ke manakah ziarah manusia sejatinya?
Dengan kecanggihan Iptek digital
jika dimanfaatkan positif untuk kehidupan
maka manusia mendapat banyak manfaat dan makna
Jika digunakan sesuai selera nafsu
demi kepuasan diri dan menguasai alam semesta
maka banyak dampak negatif
termasuk bisa membunuh sesama manusia
dan menghancurkan para penciptanya yang tamak
Paradoks kecanggihan Iptek digital
mungkin cerminan bentuk paradoks eksistensi manusia
Begitu canggih kreasi pikirannya
sekaligus terbatas dan picik melawan hakikat jati diri
Sejatinya,
dengan kecanggihan Iptek digital
manusia semakin tahu bahwa sangat banyak yang diketahui
sekaligus pada saat yang sama
sedemikian lebih banyak hal
tak mampu diketahuinya serta dipahami tuntas
Manusia masih tergantung pada alam lingkungan
manusia terus bertambah jumlahnya
alam semesta tidak bertambah
Bahkan semakin berkurang kualitas dayanya
karena ulah perbuatan kreasi manusia
Dengan kecanggihan Iptek digital
manusia mungkin sedang menggugat diri
Manusia mau mengatur dan menguasai alam
Manusia ingin mendapatkan jawaban segala pertanyaan hakiki
Manusia mengejar dan mencari asal-usulnya
Mengapa saya terlahir di dunia ini
Siapakah aku ini?
Dengan kecanggihan Iptek digital
manusia terus mencari dan bertanya
Dari mana dan akan ke mana setelah di dunia ini
Adakah Sang Penyebab segala sesuatu dalam semesta
Bisakah menyibak semua misteri diri dan realitas
Mampukah memahami tuntas segala pengalaman kehidupan ini
Adakah Surga dan Neraka itu
Dengan kecanggihan Iptek digital
ada rindu damba manusia tertentu
dalam kegamangan nalar yang kusut galau
“Aku ingin dunia tanpa derita
Aku ingin bebas tanpa sekat ruang dan waktu
Aku ingin hidup abadi
Aku ingin menjadi data digital
dan abadi di dunia maya
Tanpa derita nestapa duka samsara”

