Simply da Flores
Atas Nama Hukum dan Pembangunan
1.
Di atas tanah ini kami hidup dan berkembang
Warisan orangtua dan para leluhur
Hanya berbekal adat budaya
tanpa tulisan dan kertas legalitas
Kami beranak cucu bertambah
Tetapi
tanah warisan ini justru terbatas dan berkurang dayanya
untuk menjamin kehidupan kami
2.
Zaman telah berkembang aneka wajah
Para leluhur yang tanpa kertas
para raja pun tanpa sertifikat
Lalu
datang para penjajahan beberapa model
Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, Jepang
Dan ada para pedagang yang datang
Dari Jawa, Sumatera dan Makasar
Ada saudagar Arab, India dan China
Mereka ada yang menetap dan beranak-pinak
menguasai perdagangan di banyak wilayah Nusantata
ketika dibandingkan pribumi
yang hidup dari bertani, beternak dan nelayan
3.
Ketika NKRI lahir dan merdeka
sesudah sekian banyak pemimpin berkuasa
Cita-cita luhur mulia
“Negeri tata tentram, gemah ripah loh jinawi”
Keadilan dan kesejahteraan lahir batin
Dengan semangat Merah Putih
di atas dasar negara Pancasila
Belun sampai 100 tahun umur NKRI
Cita-cita proklamasi semakin kabur
Undang-undang Dasar dimutilasi
Pancasila seperti kata kosong
Korupsi menjadi adat budaya
Hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah
4
Semuanya diselesaikan dengan kata-kata
demi mengumpulkan angka-angka
Yang mempunyai angka uang dan kuasa
bisa hidup nyaman dan berpesta pora
Yang miskin dan tak tahu baca tulis
bisa digusur, ditindas dan ditembaki
Atas nama hukum dan pembangunan bangsa
Ada cerita miris dan kisah tragis
yang tersebar dari Merauke sampai Sabang
yang terbungkus dari Mianggas sampai Rote
Tentang tanah rakyat yang belum ada sertifikatnya
Tentang tanah suku yang diambil alih paksa
Tentang kedaulatan rakyat dan demokrasi
Tentang korupsi dan aneka pelanggaran hukum
Tentang kerusakan sumber daya alam
Tentang kemiskinan dan ketidakadilan
5.
Anak-anak generasi pewaris negeri
sedang kebingungan meraih masa depan
karena gemerlap sosmed dan kata-kata janji
Bangsa sedang krisis kepemimpinan dan kehilangan arah
Entah karena apa dan siapa
Negara sedang hadapi aneka tantangan
Entah kapan datangnya Ratu Adil
Banyak masalah diselesaikan dengan membuat masalah baru
Entah karena kebijakan politik atau kekuatan pemilik modal
Apakah ini demi tegaknya hukum dan keberlanjutan pembangunan bangsa
demi meraih cita-cita Proklamasi
Entah masih ada jawaban hakiki
atau hanya kata janji dan sumpah palsu

