Simply da Flores
…
Puing-Puing Rindu Damba
Udara panas membakar
Tetes-tetes air di muara hati
membasahi bibir kering
Dan
Aku melangkah mengejar ombak
di bibir samudra
Ketika kulihat bekas jejak di pasir
Ternyata sudah lenyap di sapu ombak
Pengalaman ditelan samudra
Kisah cerita suka duka
disimpan dalam rahim bumi
Batu karang sinis tersenyum
Melihat telapak kaki letihku
menyusuri lorong kampung desa hingga Metropolitan
Mengejar asa yang terbang
menari bersama waktu
Antara pasir pantai dan laut dalam
Antara rindu damba dan langkah mentari
Antara terang dan gelap
Pada segarnya muara sungai kecil
yang pertemukan rindu dan fakta
Kutunduk meneguk bening syair alam
Kubersimpuh di pelataran sanubari
Jiwaku mencium wajah langit
pasrahkan seluruh penat pribadi. “Aku hanya setitik debu di telapak kaki-Mu Maha Dasyat
Dan
sambil menggenggam sekeping rindu
kudaraskan sepotong doa
“Indah rencana-Mu Tuhan
Ajaib dan agung karya-Mu
Kepada-Mu aku bersimpuh bersujud
Kehendak-Mu terjadilah”
Ternyata…
Engkau hadir di sini dan di mana-mana
Rupanya…
Engkau tidak sulit dijumpai setiap pribadi
Engkau adalah desah nafasku
Engkau juga desir darahku
Engkau adalah debu tanah, kerikil dan bebatuan
Engkau juga ada di hamparan pasir pantai, ombak gelombang dan samudra
Engkau itu angkasa langit dan segala isinya
Engkau, ya Allah
ada dalam semua dan melampaui semua
Entah yang ada maupun yang tak terlihat
Entah yang kutahu maupun yang tak pernah kupahami
Dengan puing-puing rinduku
ku bersujud menciun wajah bumi
nyatakan terima kasih
Dengan serpihan dambaku
ku tengadah menatap langit
haturkan syukur hormat pada-Mu
…

