Simply da Flores
…
Kubawa pacul semangat di tangan
debu tanah kubelai lembut
Kutaburi kata-kata jadi ayat
harapkan tumbuh benih syair
Kusirami tetes keringatku mengalir
agar semuanya tumbuh hijau segar berseri bunga dan buah lebat
Terik panas memeluk ragaku
beri energi melangkah tegar
Enyahkan duri problema kehidupan
menata petak-petak bait harapan
agar semuanya berikan damba panenan
Bekal rezeki bagi keluarga
Musim silih berganti bersemi
entah sudah berapa huruf dan kata kutulis
entah sudah berapa ayat kalimat kurangkai
entah sudah berapa bait syair
yang tercatat di halaman kebun ladangku
Aku pun tak tahu pasti
Jumlah ayat bait syair terpatri
lembah halaman perjuangan tertulis
Tetapi
Kuyakin debu tanah selalu menyimpan rapi
peluh keringat jemari tanganku
dan jejak rindu telapak kakiku
serta siraman doa pasrah sahajaku
seperti semua petani sahabatku
Tenunan syair di kebun ladangku
juga para petani sahabatku
Ternyata telah menjadi aneka kain
bukan saja bagi selimut rezeki keluargaku
Tetapi
sudah menutupi lapar dahaga
kehidupan sesama saudara manusia
untuk kelangsungan gerak jiwa raga
dalam berkelana di alam raya
Berziarah merajut arti kehidupan
“Manusia terlahir bukan untuk makan minum
Tapi
tanpa tenunan syair makan minum
jiwa raga manusia tak berdaya
kehidupan pun tanpa makna”
Sering terjadi selama ini
keringat jerih payahku dan petani
tidak dipeduli dan dihargai
Hasil panen kebun ladang
Pasti diambil dan dinikmati
ditawar murah bahkan mau gratis
Kisah nasib derita lara petani
seperti jalan terjal berliku tak berujung
antara keterpaksaan dan takdir peradaban
…

