Simply da Flores
…
Adventus Politik itu…
lika liku perjalanan damba rindu
Dari lembah ke puncak gunung
dari terang cahaya mengubah gelap gulita
Dari padang gersang melintasi hutan belantara temukan mata air
Dari kecerdasan dan kecerdikan menguasai kebodohan dan ketakberdayaan
Dari telapak kaki ke ujung rambut untuk menemui angka dan kata
Dari kulit raga meraih desir darah
menangkap hembusan angin di hidung dan alam semesta
Dari dunia maya ke alam nyata untuk merajut arti makna
Dari aneka kebutuhan individu kepada pernak-pernik peluang sesama insani
Adventus Politik itu …
adalah warna pelangi mimpi
Dari harapan selera menuju kenyataan
Dari kegagalan nalar menggapai kesuksesan
Dari air mata lara nurani menjelma senyum tawa
Dari ketidak-mungkinan sanubari jiwa kepada kepastian
Semuanya…
dalam energi perjuangan dan penantian silih berganti
dalam ruang dan waktu perubahan hakiki
Adventus Politik itu…
adalah bocah-bocah bermain air hujan dan lumpur penuh sukacita canda ria
Tak peduli larangan orangtuanya
tak menggubris gemuruh petir kilat menyalak
karena air hujan dan lumpur itu menyenangkan
Adalah hujan keringat letih lelah petani di tengah sawah ladangnya
membersihkan rumput membajak tanah untuk menabur benih
karena yakin akan memanen hasil dalam putaran cuaca yang memberikan berkah kehidupan
Adventus Politik itu…
Adalah para nelayan yang menerjang gelombang samudra
membawa jala kerinduan sanubari
serta pancing dan umpan harapan
serahkan biduk sampan jiwa raganya
pada luasnya kasih sayang lautan ketakpastian
Adalah langkah kaki dan gerak jemari para buruh
menikam terik mentari dan membunuh gelap malam
agar membawa pulang angka dan kata untuk tungku dapur keluarganya
Adventus Politik itu…
Adalah pisau silet dan gunting para cerdik pandai serta politisi
memotong ruang dan waktu membangun kotak-kotak bagi kemiskinan dan ketakberdayaan sesama
Adalah jempol dan telunjuk para politisi
merangkai kata dan angka yang indah
untuk menjerat mengikat dan melumpuhkan warga
sehingga mampu bermimpi tentang surga dan berterima kasih pada penderitaan dan duka lara
Adventus Politik itu…
Adalah hujan kata-kata janji pejabat tamak
kepada kemiskinan dan kebodohan rakyat
atas nama pembangunan bangsa
Adalah tembakan peluru para pemodal rakus
untuk menguras harta alam tanah air
kepada kepapaan dan ketakberdayaan anak-anak pewaris negeri
yang merana di tengah kelimpahan
Adventus Politik itu…
adalah lika liku perjalanan kehidupan
dalam sejarah peradaban manusia
dari zaman komunitas tradisional hingga zaman digital milenial
Tentang menguasai dan dikuasai
Tentang perebutan tahta jabatan, harta dan selera
Tentang pertarungan mendapatkan kepentingan pribadi serta kelompok
Tentang mengemas kata-kata untuk menghasilkan angka
dalam sebuah penantian tiada akhir
Karena selera tak pernah cukup untuk dipuaskan
dalam kemampuan pribadi yang berbeda-beda
Dan
para seniman membuat aneka genre lagu
serta ayat-ayat dan bait syair
Menulis buku kisah cerita fakta dan harapan
Melukis sejuta wajah dan panorama di kanvas
Sedangkan para pemeluk teguh
melakukan ritual dan doa-doa
penuh harapan dan keyakinan
akan keadilan matahari dan kasih sayang semesta
Ziarah penantian yang lestari bersemi
dengan kata dan angka
dalam ruang dan waktu…
…

