Simply da Flores
…
Kemarin
kutulis ayat-ayat rasa bersamamu
pada lembaran desah nafas
pada halaman desir darah
lalu waktu memisahkan kita
tinggalkan prasasti pengalaman
Hari ini
Ada rindu meremas telapak tangan
untuk menulis lagi syair kenangan
Ada damba membelai langkah kaki
untuk melukis lagi sajak perjumpaan
Ketika kubaca ayat perjumpaan
terasa hadirmu dan menggembirakan
Saat kutelusuri syair kenangan
terusik sanubari jiwaku mencarimu
ada yang ingin abadi terjalin
Saat hadir berjumpa
sering tak mampu diwadahi kata
untuk melukis fakta adanya cinta
Ketika jarak berpisah
selalu tak tertahan rindu damba
untuk abadikan puisi jiwa raga
Jarak rindu bisa dirangkul cinta
Jauhnya ruang damba dapat dijangkau kasih sayang
Karena
“Ada energi cinta kasih sayang
Kita saling membutuhkan
Kita saling melengkapi”
Ketika benih iri dengki dendam ditabur
tumbuhkan onak duri permusuhan
lahirkan padang gersang kebencian
Maka bunga hati nurani layu
taman dan kolam jiwa sanubari kekeringan
Dan
raga kurus kekurangan gizi martabat
Damai harmoni persaudaraan mati
Kearifan adat budaya jadi hampa
Keberkahan iman pupus sirna
Manusia membangun peradaban
Peradaban ikut membentuk pribadi generasi
Silih berganti bersemi terjadi
Suka duka gagal berhasil terpatri
Sejarah pengalaman adalah guru sejati
bagi pilihan setiap pribadi insani
dalam menenun makna dan arti
pada buku kehidupan dan waktu
…

