Simply da Flores
…
Pernah kupikir
Tulisan rindu kasih sayangku
terjaga dalam halaman jiwamu
Pernah kuyakin
Ayat-ayat syair damba cintaku
terukir indah dalam rasa nurani
Karena
Sekian perjumpaan kita berdua
kulakukan sepenuh jiwa ragaku
“Aku tulus mencintaimu
apa pun adanya dirimu
Aku jujur mengasihimu
dari kekuranganku pada keterbatasanmu
Agar
Kita berdua saling melengkapi
Menganyam rindu dengan kelebihan
Merajut damba dengan harapan
Ketika cinta bertepuk sebelah tangan
baru aku mulai sadari fakta
bahwa perjumpaan tidak mengubah
engkau menjadi seperti yang kupikir
Saat kasih sayang tidak bersemi
lalu aku belajar mengerti kenyataan
bahwa rindu dambaku hanya ilusi
karena dirimu tidak peduli padaku
karena pribadimu bukan untukku
Cinta dan kasih sayangku hampa
harapan tidak sesuai fakta
Hari ini
Aku mulai menulis kasih sayang
pada kedua telapak tanganku
agar bisa dibagikan tanpa berharap
kepada sesama saudara semesta
Aku mencatat semua cintaku
pada jemari telapak kakiku
agar bisa melangkah meraih pribadi
yang menjadi takdir cahaya surya
Dan
Aku yakin bertemu cinta sejati
jika dituntun cahaya mentari
Aku yakin berjumpa kekasih hati
jika dijodohkan debu tanah bumi
Lalu
kami bersama menghirup satu nafas
kami bersatu alirkan desir darah
dalam rindu cinta Ilahi
dalam damba kasih sejati
Aku terus belajar cinta
adalah mau berbagi dan memberi
Bukan dari kelebihan pribadi
melainkan dari kekurangan dengan ketulusan
Bukan untuk memiliki dan memuaskan selera
Bukan juga untuk mengubah sesama
seperti yang aku inginkan
tetapi membahagiakan mereka
dengan kebaikan dan ketulusan
Aku terus melatih kasih sayang
agar pribadiku mampu membagi berkat
dengan apa yang ada padaku
Dan
debu tanah tumbuhkan benih yang kutabur
Mentari pasti menyinari cahayanya
kupasti panen cinta sejati
kupasti petik kasih sayang hakiki
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

