Simply da Flores
…
Sudah berulang kali kucoba bermain
dengan peran yang kupilih sendiri
Eh…
Ternyata selalu tidak sempurna
Karena
peran yang ingin kumainkan
berbeda dengan lakon yang diberikan
Dan
Kusadari ternyata berbeda faktanya
“Dunia ini panggung sandiwara
Setiap pribadi terlahir dengan takdir peran
Sesuai kemauan dan talenta diri”
“Mari kita mainkan saja
peran yang diberikan semesta
karena kita adalah anak rantau”
Yang sebentar singgah di dunia
lalu kembali ke alam baka
meski waktunya tak tahu kapan
malau caranya tak paham bagaimana
Antara harapan dan fakta
selalu ada saja jarak terbentang
Antara kebenaran dan fatamorgana
selalu ada topeng dan warna
Antara pilihan dan keputusan
selalu ada yang tak sempurna
Lalu
Semua diajak kembali ke jiwa
Semua dihimbau kembali ke nurani
Semua diminta berpikir waras
Semua diandalkan mengelola rasa
Semua diharapkan menjaga raga
Kehidupan ada sejuta warna
setiap orang boleh berkelana
melukis potret makna dirinya
Semua memberi makna
tentang siapakah dirinya
Dan
Waktu mencatat tanpa rekayasa
Jejak langkah anak manusia
Dalam sejarah peradaban di dunia
Memilih keputusan merenda waktu
Termasuk jika tak buat apa-apa
karena tak berdaya dan pasrah
Lalu
Berkelana dalam sejuta tanya
“Masalah terbesar dalam sejarah
Adalah
ada sejuta tanya dalam pikiran
namun banyak tidak mau bertanya
dan lebih nyaman hidup tanpa tanya
dan nanti mati pun tanpa jawaban
karena selalu menjawab ‘biasanya’
Bahkan
“Tanya adalah tabu dan gengsi
Adat budaya dan agama pun
sering dijalani dalam takut tanya
tetapi karena “biasanya”
Apakah masih boleh bertanya
Tentang hakekat bangsa dan negara
Tentang Pancasila dan Proklamasi
Tentang hak asasi manusia
Tentang demokrasi dan pembangunan
Tentang hukum dan aturan
Juga
Tentang Korupsi, kolusi dan Nepotisme
Tentang sorga dan neraka
Juga
Tentang radikalisme dan terorisme atas nama Allah
Pertanyaannya,
Apakah bedanya dengan penegakkan hukum
“Keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”
tetapi
Hukum sering dipermainkan
Jaksa, Hakim, Polisi dan Lawyer
masih kedapatan kolusi dan mempermainkan hukum
Politisi, pejabat dan pemodal sering kolusi dan melakukan pelanggaran hukum
Dan
setiap pribadi harus mainkan perannya
Entah ikut biasanya atau berani bertanya
…

