Simply da Flores
…
Istana Medan Merdeka itu
terletak di titik pertemuan nafas dan darah
yang dibangun dengan energi cinta dan cita-cita
Istana Medan Merdeka itu
dibawa pergi berkelana ke mana-mana
oleh setiap pewaris kehidupan
Putra-putri Sang Maha Cahaya
Anak-cucu Ibu Debu Tanah
Lalu
diwariskan dari generasi ke generasi
Sebuah wasiat dari Sang Ilahi
Bukan lumbung kata-kata janji palsu
Bukan sarang penyamun dan komplotan gengster
Bukan penjara tapol dan tempat prostitusi
Patriot di Istana Merdeka
menyantap ari-ari dan tali pusarnya
meminum darah dan air dari rahimnya
Untuk bisa merawat istana sanubari jiwa
Untuk terus membangun wajah kemerdekaan
Untuk menjaga kebeningan nalar pikiran
Untuk menghiasi kebijaksanaan hati sanubari
Untuk berkarya bakti bagi sesama saudara
Untuk membangun jiwa dan raga damai
Bukan
melanggengkan serakah tahta kekuasaan
Bukan membuat dinasti keluarga dan sahabat
Bukan gudang korupsi dan hasil maksiat
Aku, kau, dia, mereka
Kita semua adalah pemilik istana
Kita semua pewaris Medan Merdeka
Kita adalah patriot penguasa Istana Medan Merdeka
Bukan para pemilik modal rakus
Bukan para pejabat koruptor
yang merampok hak-hak rakyat
Bukan para politisi busuk dengan janji manis
Bukan para pengkhianat atas nama penegak hukum
Bukan pemegang senjata yang menembaki rakyat atas nama keamanan
Bukan wakil rakyat yang rakus dan mengkhianati rakyat pemberi suara
demi kenikmatan pribadi, kelompok dan pemodal laknat
Tetapi
tetap bersumpah dengan nama Allah
terus berkoar atas nama pembangunan
selalu mengumbar kata-kata suci dan bijaksana
Dan mengaku diri patriot bangsa abdi NKRI
Di tanah air NKRI tercinta
kita miliki Istana di jalan Medan Merdeka
Sudah tujuh Presiden bertahta di sana
atas nama bangsa dan Negara
menjalankan amanat Patriot Proklamasi
demi meraih cita-cita bangsa
mencapai kehidupan adil makmur
Dan
segala kisah cerita telah tercatat
Bahkan
sudah pula ditetapkan pemindahannya
dari Jakarta ke Nusantara
Tetapi
setiap pribadi patriot Pancasila
dan pemilik Istana Medan Merdeka – Amanah Pencipta
Tak pernah bisa memindahkan hakikat dirinya
ke mana pun dan kepada siapa pun
Patriot di Istana Medan Merdeka
setiap saat digugat Sang Pemilik cahaya
setiap waktu ditagih Ibu debu tanah
Tentang hitam putih sanubari jiwanya
Tentang warna-warni taman hati nuraninya
Tentang bening kotor mata air nalar pikiran
Tentang wajah jejak langkah telapaknya
Tentang sosok jemari tangannya
Tentang pahit manis kata bibir dan ucapan mulutnya
Tentang karya bakti kehidupannya
Apakah masih berharkat martabat patriot
Adakah terjaga Istana Medan Merdeka pribadinya
…

