Simply da Flores
…
Tanah dan air itu telah menyatu
Tanah dan air dari seluruh propinsi NKRI
Doa tekad dan harapan telah terpatri
Sejarah sudah ditulis dengan cinta
setelah diputuskan dengan aturan oleh para wakil rakyat
Kata menjelma dalam lembaran tulisan
Doa, cinta dan cita-cita
terpatri dalam sanubari
meskipun banyak juga hujat dan caci maki
Jejak digital telah terekam lestari
Dan
kulihat telapak kaki para pemimpin NKRI
sudah diabadikan bumi Borneo Tanah Dayak
Bahwa
Nusantara adalah ibu kota negara
setelah 70an tahun di Jakarta
Aku telusuri dalam bangga dan tanya
Bangga pada sejarah IKN Nusantara
ada doa cinta dan cita-cita
Namun
Ada sejumlah tanya mengusik hari ini
Apakah tanah dan air dari seluruh propinsi NKRI hanya sebuah permainan anak-anak balita?
Mengapa para pejabat negara itu menjadi anak kecil bermain tanah dan air, lalu menyatukan dalam kendi dan ritual di IKN Nusantara?
Apakah para sesepuh dan semua pejabat itu tertipu dan hanya mau membuat konten sosmed di IKN Nusantara?
Apakah lembaran aturan di ruang Perwakilan Rakyat Indonesia hanya untuk sebuah rekreasi dan tipu-tipu kepada dunia bahwa ada IKN Nusantara?
Apakah Jokowi Sang Presiden sedang membangun dinasti kekuasaan di IKN Nusantara?
Apakah demi kemenangan dalam pileg dan pilpres Pemilu 2024, maka segala doa, cinta dan cita-cita di IKN Nusantara harus dikencingi dan diberaki?
Hari ini menuju Pemilu 2024
ada gelombang informasi terus menghujam
ada tsunami caci maki saling membuka aib
ada puting beliung saling menghujat mengadili
ada banjir hoaks permusuhan melanda pikiran dan perasaan
Semua dilakukan demi kemenangan
meraih tahta jabatan, selera dan harta
Inikah Bangsa berharkat-martabat?
Inikah Negara Pancasila yang merdeka berdaulat?
Inikah semangat membangun jiwa dan badan menuju negeri adil makmur sejahtera?
Jangan sampai kita sedang dibius dan dihancurkan oleh para maling
yang marah karena sumber daya alam NKRI tak leluasa dikuras lagi
Maka
bangsa dan negara Indonesia harus dikacaukan dan diadu-domba untuk pecah hancur lebur
Apakah ini pesta demokrasi dan wujud kedaulatan rakyat?
Duduk di pelataran IKN Nusantara
Kulihat para panglima Dayak berjaga-jaga
pegang teguh ritual sakral dengan doa, cinta dan cita-cita
Para leluhur tanah air Indonesia
terus mendoakan dan membimbing
Burung enggang masih terbang mengintai
Naga Borneo kokoh memeluk tanah dan air suci NKRI yang telah disatukan
Kawanan Rajawali pewaris negeri
dan elang penerus bangsa selalu melintas kathulistiwa dan pergi datang melepas damba harapan di IKN Nusantara
Di sini, di pelataran IKN Nusantara
Kudengar masih terus menggema
lagu Indonesia Raya
lagu Padamu Negeri terus berkumandang
Dan dari IKN Nusantara menyebar ke delapan penjuru tanah air
Entah ada yang masih mendengar
Entah para wakil rakyat masih mengingat
Entah para pejabat negara masih menyadari sejarah dan ritual sakral itu
Entah para politisi peduli dengan maknanya
Dan
entah putra-putri Indonesia memperhatikan maknanya
Lalu, sebelum tinggalkan pelataran IKN Nusantara
dari kepapaan sanubari jiwaku
ada sebutir tanya kepada nalar nurani Presiden Jokowi
dan semua yang hadir dalam ritual, doa dan cita-cita hadirnya sejarah IKN Nusantara ini
“Apakah IKN Nusantara adalah fakta dan bukti sebagai istana dinasti kekuasaan keluarga Jokowi?”
…

