Simply da Flores
…
Pesta demokrasi sedang berjalan
menuju puncak pemilu 14-2-2024
Pegiat Parpol sibuk bekerja
Politisinya berjibaku mengatur strategi
Para caleg menggelar aneka metode
demi meraih simpati dan suara
Di jalanan dan media sosial
kisah cerita gambar disebarkan
Aneka perjumpaan terus dilakukan
Bahkan yang sebelumnya berkawan
sekarang saling menghujat dan membuka aib
Dan
masyarakat pun terkotak-kotak
tetapi makin sadar dan cerdas
Semakin terampil menanggapi info
karena belajar dari media sosial
Hingar bingar warna warni politik
menjadi santapan mata sehari-hari
Energi untuk meraih kemenangan
menguras daya, dana dan sarana
Karena kursi jabatan menggiurkan
demi meraih aneka kepentingan
“Yang sudah merasakan ingin terus menikmati
Yang belum menjabat ingin mengalami”
Sandiwara anomali terus dipentaskan
Parpol, politisi, pejabat, akademisi, pemodal, pegiat media dan rakyat
serta para pemilik modal
masing-masing memainkan peran
Entah peran yang diberikan orang
Entah peran yang dirancang bersama
Entah peran kreasi pribadi
Bahkan banyak yang gonta-ganti peran
sesuai dengan tempat dan pihak yang dijumpai
Maka
kawan dan lawan menjadi kabur
Tergantung situasi dan kondisi
untuk bisa meraih simpati dan kemenangan
Segala cara bisa dilakukan
demi meraih kemenangan dan kepentingan
“Entah siapa mempermainkan siapa
dan siapa memerankan apa”
Parade jempol dan telunjuk terjadi
Jempol pujian ditampilkan oleh berbagai pihak
Jempol diacungkan untuk menekan sesama dan dibalut dengan kata pujian
dan senyum rekayasa tanpa malu
Empat jari mengarah pada diri sendiri
karena mengharapkan simpati, dukungan dan suara
Pujian palsu untuk mendapat suara
Ketika berkata meyakinkan sesama
parade telunjuk pun berani dilakukan
untuk menjelekkan lawan dan kawan
untuk membuka aib sesama
untuk mengadili dan mengutuk yang lain
Sering dengan emosi yang meledak
bahkan tanpa data dan mengada-ada
Jari tunjuk kepada orang lain
Tiga jari pada diri sendiri
yang menegaskan kerakusan dan aib pribadi
dan jempol pujian menekan tiga jari
untuk menegaskan potret pribadi
Lalu
jari tunjuk yang mengadili sesama
adalah jarinya sendiri yang mengatakan pribadinya
Parade jempol dan telunjuk
biasanya dilanjutkan dengan mengulurkan tangan bersalaman
Dan
Bersalaman pun bagian sandiwara
untuk membenarkan parade jempol dan telunjuk
Pesta demokrasi dalam pemilu
sudah menghasilkan sandiwara politik
dengan aneka peran anomali
Entah siapa pembuat skenarionya
Entah berapa peran yang dimainkan
Entah dilakukan dengan sadar waras atau terpaksa
Tetapi
Kata “menang” begitu sakti maha daya
demi meraih aneka kepentingan
dari setiap pemeran sandiwara
Namun
nyata adanya dan terus terjadi
membius setiap pribadi anak negeri
Hari-hari penuh warna-warni
…

