Simply da Flores
…
Capres dan Cawapres dicalonkan parpol
sesuai undang-undang yang berlaku
dan aturan yang ditetapkan KPU
Maka
sebesar apa pun keinginan pribadiku
sebanyak apa pun harta kekayaanku
sepandai apa pun kemampuan otakku
sebanyak apa pun pendukungku
Pastilah aku tidak bisa memaksakan kehendakku
menjadi Capres dan Cawapres
dalam proses Pemilu di negara ini
Capres dan Cawapres bukan kepemilikan perusahaan bisnisku
bukan juga yayasan keluargaku
bukan juga dinasti keluargaku
Ini sebuah Negara Republik
dengan sistemnya
berdasarkan undang-undang
Ada hukum dan aturannya
yang dihasilkan, dijalankan dan diawasi
oleh lembaga negara yang berwenang
Negara Kesatuan Republik Indonesia
Kalau saya Capres dan Cawapres
Hanya bisa ada dan terjadi
Oleh beberapa pihak berikut ini
Ada Partai Politik yang mencalonkan
Ada KPU menilai dan menetapkan layak
sesuai aturan yang berlaku
Ada DPR yang telah memutuskan undang-undangnya
Ada Pemerintah yang menjalankan keputusan legislatif
Ada Lembaga Hukum yang menjalankan tugas dan perannya
Dan
nanti ada para penyandang dananya
karena mempunyai aneka kepentingan
Maka…
Saya tidak hanya modal nekad
Saya tidak bisa berandai-andai saja
Saya tidak bisa paksakan kehendak
Saya tidak dapat mempermainkan hukum
Saya tidak boleh seenaknya bernafsu
Dan
mengabaikan kenyataan negara hukum
Bukan perusahaan keluarga atau yayasan
Bukan juga dinasti dan geng preman
Ini NKRI milik segenap rakyat
Capres dan Cawapres hanya jabatan yang dipercayakan rakyat
melalui pemilihan umum
sesuai aturan yang berlaku
Seandainya saya Capres – Cawapres
Saya akan mengatur bahasaku
agar sesuai selera Parpol dan penyandang dana
Saya akan belajar membuat janji-janji manis
yang sesuai dengan selera para calon pemilih
baik di kota maupun di kampung
Saya akan berjuang mengikuti arahan tim pakar serta semua pengarah gaya
agar bisa memenangkan pertarungan
Saya pasti mengikuti tim media
untuk membuat pernyataan pers dan trampil memanfaatkan medsos
agar bisa pengaruhi masyarakat dan semua pihak pemilik hak suara
Saya belajar menjadi boneka
pada tangan semua pemainnya serta arahan para cerdik cendekia yang pakar dalam hajatan memenangkan pertarungan politik
Seandainya saya Capres dan Cawapres
saya akan sembunyikan agenda keinginan pribadi, keluarga dan kelompokku
Saya belajar menjadi bunglon dan penurut
Saya harus bisa menggunakan segala cara untuk meraih kemenangan dan merebut tahta kekuasaan
Agar
ketika berhasil menang Pemilu
saya bisa berkuasa meraih agenda keinginanku
dengan kewenangan kekuasaan yang ada
Singkatnya
Sebagai Capres dan Cawapres
saya harus pandai bermain topeng dan bersandiwara
agar bisa singkirkan semua lawan politik
dan meraih kemenangan
demi memenuhi kepentingan pribadi, keluarga dan kelompok
Aku harus pandai dan lihai
Aku harus licik dan serba bisa
Aku harus cerdas dan cerdik
dalam bertutur kata dan bermain peran
Bahkan harus mampu melawan hukum
Memanipulasi nilai moral dan iman
serta memperalat agama – ada budaya
Jika dibutuhkan…
Sang Pencipta pun bisa diperdaya, dipermainkan dan dihujat
demi meraih kemenangan politik
…

