Simply da Flores
…
Seorang perempuan paruh baya
membawa senyum melangkah berkelana
Tinggalkan keluarga di pagi merekah
Senja pergi baru pulang ke rumah
menyusuri deru bising kendaraan
menyibak galau roda metropolitan
menerjang gelombang arus zaman
berjibaku merebut remah rezeki
Dan
senyum adalah jimat andalan
untuk atasi seribu masalah
Senyum adalah mantra pamungkas
meramu air mata dan sukacita
Senyum adalah senjata ampuh
untuk merangkul siang dan malam
Perempuan berwajah ayu tersenyum
menjinakkan buasnya ragam kejahatan
Iri dengki dendam caci maki
yang sering menjadi makanan harian
Perempuan sahaja penuh cinta
tetap tersenyum dibasuh air mata
ketika harus hadapi duka lara
rentetan peluru menghancurkan sanubari jiwa
Perempuan bertekad baja tersenyum
lewati gulita lorong labirin
membawa tanya ke atas sajadah
daraskan doa setia taqwa
setiap malam dalam sunyi senyap
Sambil mencium surga di kakinya
dan memanggil nama Sang Maha Tanya
Sambil menghitung jumlah bintang
sebanyak jumlah anak manusia
seperti hamparan pasir generasi insani
Terus terbayang kisah perempuan itu
Tentang senyuman abadi pribadinya
Tentang pengalaman suka dukanya
Tentang perjuangan dan pengorbanannya
Tentang anak cucunya
Tentang air mata duka laranya
Tentang catatan sejarah perjalannya
Tentang kisah para satria bela negara, sahabat almarhum suaminya
Tentang luka di seluruh jiwa raganya
Tentang para guru kebijaksanaan
yang ditemui saat merawat aneka tanaman dan bunga
Tentang hingar bingar kota dan sunyi terpencil dusun
Tentang duri-duri dan racun zaman yang selalu menerjang pikiran dan hati nuraninya
Dan
perempuan itu tetap tersenyum
Keindahan bintang malam ini
ternyata diwarnai pesona purnama
Aku saksikan penuh kagum
Ada suara kawanan burung malam
yang mencium aroma bangkai
Ada awan hitam berarak perlahan
sempat menghalau pandangan kelana
Lalu terpaan angin membuatnya sirna
Hingar bingar kendaraan kota
memang tak peduli pesona purnama
karena dirasuki mata nalar dan rasanya
oleh nikmat selera dan warna-warni kerakusan raga
Sunyi sepi kampung dusun terpencil
dibungkam gulita kegalauan lapar haus
Keindahan angkasa malam ini
hanya untuk segelintir pribadi
yang masih kagum peduli
mengais berkah misteri Ilahi
Pagi ini menjadi istimewa
saya bertemu saksikan senyum perempuan sahaja
dengan semangat tekad baja
Setelah salaman dan bertegur sapa
Perempuan penuh senyum bercerita
“Semalam aku memeluk purnama
Kami telah sepakat mendeklarasikan
Paket pesta demokrasi alam
namanya Paket Sepur
Senyum perempuan dan Purnama
Paket kami sudah direstui mentari”
“Perjuangan visi misi kami sederhana
Mengobati luka alam dan manusia
Membersihkan kotoran jiwa raga
Meruwat salah dosa peradaban
Membangun kembali harmoni semesta
Karena
Kami yakini hanya Paket Sepur
yang bisa melakukan semuanya
Sebuah revolusi dan pembaharuan
Perempuan melahirkan anak generasi
harus mengandung dengan senyum
harus menyusui dengan senyum
harus merawat dengan senyum
harus ajarkan sorga di telapak kaki ibu”
“Pasangan perempuan adalah purnama
adalah wakil alam jagat raya
yang mampu bersahabat dengan semua penghuni langit
juga semua lingkungan bumi
dalam relasi mutlak saling melengkapi
dan saling membutuhkan
Dan kelangsungan hidup anak generasi yang dilahirkan perempuan
mutlak tergantung pada alam lingkungan semesta”
Saya tak mampu bertanya lagi
karena setelah bercerita kisahnya
Perempuan sahaja bertekad baja itu
bergegas pergi dengan senyumannya
Aku diam, kagum dalam tanya
Mengapa dideklarasikan Paket Sepur
Sementara di negeri ini sedang bergelora proses Pemilu
dengan aksi para caleg dan senator
serta gebyar pesona paket
pasangan capres dan cawapres
Dengan aneka lenggang lenggok
dengan hitam pahit kopi politik
dalam bermacam musik Pesta Demokrasi
Dan hanya satu syair
yakni lautan kata untuk menang
Tidak seperti Paket Sepur
Senyum Perempuan dan Purnama
…

