Simply da Flores
…
Wahai gadisku
Engkau itu pagi merekah
dengan senyum ceria menggoda
belai embun di dedaunan hijau
peluk burung terbang bercanda
Hangatkan raga sanubari dingin
Panaskan rasa jiwa yang membeku
Gerakkan langkah kaki berlari
Semangati jemari tangan menari
awali hari dengan merajut arti
Wahai saudariku
Engkau terik yang jadi energi
pacu jantungku berdebar pasti
bakar semangat nafasku memburu
Alirkan keringat perjuangkan waktu
agar ada tulisan kata bermakna
agar ada ayat-ayat berkah rezeki
agar bisa raih syair lagu simfoni
Untuk kubawa pulang ke rumah cinta
bekal sukacita dan obat duka lara
Wahai kekasihku
Engkau adalah panorama senja
Rahim catatan perjalanan makna
Merangkul hitam putih kenyataan
meramu masakan menu pengalaman
agar bisa memetik buah kehidupan
agar bisa menyantap kedamaian
dengan piring doa dan sendok harapan
dan jiwa raga bisa dikenyangkan
Wahai Ibuku
Engkau keindahan gulita malam
ajarkan sinar mimpi dan kerinduan
pada hati sanubari yang lapar
Arahkan cahaya bintang cinta
pada langkah nalar dan rasa
agar lelah raga bisa terpulihkan
untuk besok lanjutkan perjalanan
Wahai perempuan
Engkau selalu ada siang malam
Engkau memeluk hari dalam diam
Engkau dapur mengolah suka duka
Engkau tungku api kasih sayang
Engkau bara nyala cinta dan misteri
Engkau rumah kehidupan generasi
Dan
engkau penenun nafas peradaban
dengan aneka warna-warni makna
dan berbagai motif makna kata
pada sosok diri anak manusia
Engkau perempuan
bermahkota berlian debu tanah
bersepatu cahaya sinar surya
Meski
sering menjadi samudra duka lara
dan ladang sejuta tanya
Wahai wanita
Engkau yang disematkan
sosok diri yang terhormat
meski selalu menjadi korban yang jahat
Engkau rahim misteri semesta
selalu mengandung jawaban dan tanya
Engkau ciptaan paling agung
karena melahirkan segala suka duka
Engkau miliki jemari tangan makna
membawa samudra dan angkasa
Engkau pemilik mata cahaya
dengan sinar surya dan purnama
dan kilau bintang di rambutmu
untuk terangi langkah generasimu
Dan surga ada di bawah telapakmu
Perempuan…
Engkau tersenyum
karena bisa padamkan duka lara
dengan kasih sayangmu
Engkau tertawa
karena bisa keringkan darah dan air mata
dengan cinta pengorbananmu
Dan
Itulah kebahagiaanmu yang bisu
dalam makna yang tak terjangkau
Engkau Sang Ratu penuh rahmat
“Perempuan,
Kamilah putra-putri dari rahimmu
Engkaulah Ibu kami tak bisa disangkali”
…

