Simply da Flores
…
Para pendiri NKRI membawa bambu runcing
menikam waktu mengusir penjajah
tancapkan tiang-tiang harapan di seluruh negeri
agar merah putih berkibar di jiwa raga
Putra-putri pewaris bangsa berbeda
ada yang berkelahi memperebutkan jabatan
dengan halalkan segala cara
entah untuk apa dan siapa
Tetapi
derai air mata membasuh wajah nusa bangsa
kisah panjang duka lara derita
Lalu
lahirlah bocah-bocah Merah Putih
kibarkan bendera proklamasi nasib
sebagai gelandangan di desa dan Metropolitan
sebagai anak jalanan di lampu merah
menadah tangan mengemis rezeki
asal bisa menyambung nafas hari ini
Sedangkan korupsi beranak pinak
para koruptor berpesta pora menginjak hukum
“hari ini makan siapa dan dapat berapa lagi”
Ada kreasi milenial tahun 2024
Sang Pemimpin NKRI di Ibukota Nusantara
Pancangkan tiang bendera setinggi 79 meter
dalam rangka merayakan HUT NKRI-79
Tiang rindu damba Sang Saka Merah Putih
dibawa berlari menikam kathulistiwa
agar segenap tanah air berkibar semangat
agar seluruh negeri kobarkan jiwa raga
agar semua rakyat bangkit berdiri
agar seluruh dunia membuka mata
NKRI memulai halaman baru sejarah dari Jakarta berpindah ke Nusantara
dari gedung istana warisan penjajah
ke pusat pemerintahan kreasi anak negeri
Dari babak penuh perjuangan melawan penjajahan asing
menuju perjuangan melawan pe jajah bangsa sendiri
Dari babak budaya korupsi
ke lembar baru taat hukum konstitusi
Dari fakta yang penuh warna-warni pelangi
ke harapan berkibarnya makna sejati Merah Putih
Tiang bendera setinggi 79 meter
sedang dipancang di depan pelataran istana IKN
agenda peringatan HUT NKRI -79 dilakukan
berbagai persiapan terus dikebut dan dikawal oleh Presiden
Tiang rindu Merah Putih menggapai kathulistiwa
Tonggak damba meraih terwujudnya Indonesia emas
Sebuah catatan sejarah perjuangan pemimpin dan seluruh rakyat
demi meraih cita-cita Proklamasi
Dan
semestinya tak pernah dilupakan sejarah
gentong Nusantara di titik nol IKN
dengan tanah dan air dari seluruh pelosok negeri
wujud doa restu dan kerinduan bangsa
bentuk harapan dan ungkapan patriotik
Bahwa
Pancasila tidak dimutilasi dan dikhianati
hanya sebagai simbol dan hiasan belaka
Konstitusi negara tidak membunuh rakyat demi oligarki dan investor asing
Pusaka Merah Putih tidak diganti menjadi abu-abu dan hitam kumal
Tanah rakyat tidak diganti untung demi membujuk para pemodal kaya
Ritual sumpah janji sakral hanya sandiwara untuk menipu rakyat
Bahkan
Sang Pencipta dijadikan alat manipulasi demi gengsi, takhta dan harta
Tiang bendera setinggi 79 meter penuh makna
Mungkin tujuh sebagai simbol tujuan mulia
Mungkin sembilan sebagai harapan kesempurnaan terwujud cita-cita Proklamasi
Mungkin jumlah 16 menjadi angka tujuh adalah penegasan komitmen NKRI harga mati
Tetapi
jangan sampai terlalu tinggi menatap angkasa
lalu lupa di kaki tempat pijak ada air mata lara derita pemilik tanah
Jangan sampai melupakan sejarah NKRI yang terpatri di rahim Jakarta
Jangan sampai pindah ibukota tetapi tetap melanjutkan korupsi dan segala bentuk pengkhiatan terhadap hak rakyat
Jangan sampai tanah air dan bangsa digadaikan kepada pemodal asing
Jangan sampai NKRI diserahkan kepada kaum neo-kapitalis dan neo-kolonialis
lalu pejabat negara hanya menjadi kacung dan budak asing
Jangan sampai rakyat dan sumber daya alam dijual demi kesejahteraan orang asing, di mana negara menjadi alat penindasan dan penjajahan oleh putra-putri bangsa ini yang menjadi pejabat publik
Hanya sepotong doa kepada Pencipta
Lindungilah bangsa dan negara kami Indonesia
Dirgahayu NKRI 79
Merdeka bangsa kita
Jayalah Indonesia kita
…

