Simply da Flores
…
Di pelataran malam hening sepi
mereka berpelukan mesra tanpa kata
merayakan pertemuan dan perpisahan
untuk abadikan di dinamika perubahan
Agustus mengantar Juli ke pesisir pantai
untuk berlayar mengarungi samudra
lalu Agustus kembali ke puncak gunung
menanti datangnya mentari hari baru
Pertemuan dan perpisahan seperti dua sisi mata uang
dalam dinamika roda perubahan waktu
Dari jendela gulita malam
kulihat langkah pergi Juli membawa kenangan
kusaksikan datangnya Agustus membawa harapan
Nafas perlahan menyapa kesadaran
Pikiran membelai detak jantung dan desir darah
Aku masih ada dan terus menjadi
Aku terus berziarah menganyam damba
Aku tetap berkelana mengukir sosok cita
Selamat jalan halaman kisah memoar Juli
Selamat datang lembar putih Agustus
Dalam batas ruang dan waktu kodrati
angan harapan mengembara meraih mimpi-mimpi
energi perjuangan berlari mengejar makna arti
jiwa raga berjibaku mendandani pribadi
Aku ingin menyibak misteri adaku
Aku mau menyingkap rahasia diriku
Aku memahat harapan menjadi kenyataan
Aku memeluk fakta untuk disyukuri
“Saat ini aku masih di sini berdiri
melepas pergi Juli berlalu
menyambut datang Agustus hadir
Aku ada dan menjadi dalam perubahan waktu
Aku hadir dan menyadari pribadi dalam dinamika ruang”
Sudah puluhan kali terjadi pertemuan dan perpisahan Juli Agustus
telah tercatat dalam buku umur kehidupanku
Ada yang dialami biasa-biasa saja
karena aneka alasan
Ada yang terlewat begitu
karena pengetahuan terbatas saat anak-anak
Ada yang mulai disadari lantaran diajak merayakannya
Ada yang disyukuri karena dilibatkan dalam doa ritual
Dan
malam ini memang sengaja dimaknai karena mau dan disadari
“Nafas mengajakku hening dan mensyukuri waktu
Desir darah menuntunku diam dan memeluk ruang
Jiwa raga bersujud dalam kesahajaan di tengah semesta
Aku hanya setitik debu dalam maha kuasa ruang semesta
Aku hanya sedesah nafas dalam tak terbatas dinamika perubahan waktu”
Selamat datang Agustus
dalam lembar dinamika perubahanmu
Aku dan saudara sebangsa Indonesia akan rayakan kibar HUT Proklamasi NKRI-79
dengan amanah luhur makna Merah Putih
dengan arti keramat kemerdekaan hakiki
dengan warisan sakti Pancasila
dengan nilai leluhur Bhinneka Tunggal Ika
“Pada mulanya semua pribadi manusia Nur Ilahi
Diciptakan berbeda dan unik untuk saling melengkapi
Dihadirkan sebagai sesama saudara bukan musuh untuk saling membunuh
Ditempatkan di tanah air ini untuk menjadi Putra Fajar dan Putri Mentari
agar membawa cahaya terang bagi sesama manusia”
Syukur atas berkat kemerdekaan NKRI
Terima kasih atas tanah air yang kaya raya
“Ya, Pencipta Maha Bijaksana
jadikan kami pandai bersyukur kepada-Mu
Ajarlah kami tahu berterima kasih kepada para pendahulu
Jadikan kami berguna bagi sesama saudara
Mampukan kami menjadi beradab dan dibanggakan anak cucu”
…

