Simply da Flores
…
Panas terik memeluk seperti sahabat
karena jalanan adalah rumah mereka
Angin debu malam kelam membelai seperti saudara
karena mereka tidur beralaskan koran dan beratap langit
Mereka anak-anak gelandangan kota
Mereka bocah-bocah di lampu merah Metropolitan
Aneka alasan beragam kisah nasib
menghadirkan mereka di jalanan dan lampu merah Metropolitan
Jadi tontonan dan cibiran sesama
karena dicap malas serta menggangu lalu lintas
Sering dihina dicaci dan diludahi penolakan
karena dianggap sampah kehidupan
Ada bayi digendong perempuan dewasa
entah anak kandungnya sendiri
entah anak orang lain yang disewa
Wajahnya dibuat kotor dan kumal
agar bisa mendapat belas kasihan orang
Sering dibuat tertidur dengan obat CTM atau antimo
Bahkan ada yang dibaringkan di kertas koran
entah di jembatan penyeberangan
entah di trotoar yang ramai
entah di pintu masuk stasiun
entah di dekat halte bus yang ramai
Ada deretan kisah miris dan tragis
Ada aneka cerita problema ibunya
Kemiskinan dan kebodohan sering menjadi akar masalah
Mereka perempuan pewaris kemerdekaan
Mereka balita anak-anak NKRI
di biji mata kota Metropolitan
Saat tanda lampu merah menyala
para bocah balita itu menyerbu pengendara
Entah yang di sepeda motor
Entah yang di mobil pribadi atau angkutan
Ada yang bertepuk tangan dan nyanyi seadanya
Ada yang langsung menadah tangan minta duit untuk makan
Ada yang memakai topeng dan meminta
tak peduli panas dan hujan
tak terbatas waktu siang dan malam
Sedangkan ibu atau bapanya
menunggu di tepi jalan sambil mengawasi
“Untuk makan hari ini saja tak pasti
Untuk tidur malam ini pun tak tahu di mana
Apalagi bisa sekolah berseragam merah putih
diantar jemput orangtua atau ojol langganan”
Wajah lugu para bocah jalanan
tak tahu mengapa terlahir dan apa penyebab malang nasibnya
Terdengar miris mengharukan tetapi ada dan terus terjadi
Ada anak-anak berusia sekolah SD dan SLTP
mereka telah lewati pengalaman kelam balita
Mereka juga mengamen di lampu merah
dengan alat musik atau botol berisi pasir
Ada yang coba menawarkan minuman dingin
Yang lain dengan topeng aneka model
atau menyanyi dengan pengeras suara di lampu merah dan beberapa temannya membawa tempat penadah belas kasihan dari pejalan kaki atau pengendara yang berhenti di lampu merah
Sedangkan
Ada kreasi bocah-bocah lainnya dengan mencat bada, lalu mengemis di lampu merah, di jalanan, pasar, pertokoan dan juga lorong gang pemukiman
Semua dilakukan demi mendapat uang untuk makan hari ini
tempat tinggal tak jelas dan memang gelandangan
Kadang menjadi pemulung dan pekerja proyek
Bahkan sering terpaksa menjadi maling karena lapar
kebutuhan yang tak mampu ditunda
maka segala cara terpaksa dihalalkan
Sudah belasan tahun tahun aku saksikan
bahkan pernah bersahabat dengan mereka yang gelandangan
Hari ini,
aku sebut mereka
Bocah-bocah Merah Putih
Mereka deklarasikan merah darah kemanusiaan
yang ada dan terlahir di negeri ini
yang menghuni di biji mata Ibukota NKRI putih di Metropolitan
Mereka kumandangkan putihnya jiwa pribadi
yang tak pernah meminta dilahirkan
yang tak harapkan nasib suram gelandangan
Mereka putra-putri merdeka
generasi penerus kemerdekaan NKRI
namun galau lara merana terlunta
Entah sampai kapan gelandangan
Entah siapa yang peduli
Mereka sungguh ada dan terus bertambah
terjadi siang dan malam
menerjang bahaya demi bertahan hidup
mengembara mengejar angin jawaban
Tidur beratap langit dan beralas koran bersahabat deru debu
Mereka bocah-bocah Merah Putih
yang menonton aneka hiasan merah putih menjelang HUT NKRI 79

