Simply da Flores
…
Sudah terjadi belasan tahun di Metropolitan
sekitar pertengahan Juli hingga awal Agustus
Semarak ramai di jalanan kota ini
para pedagang menjajakan ornamen merah putih
Ada bendera berbagai ukuran
Ada umbul-umbul beragam gaya
Ada kayu dan bambu untuk tiang
Ada bahan plastik, kain dan kertas
Semua dijual dan harapan jadi rezeki
perjuangan pewaris negeri di Metropolitan
peluh keringat penghuni kota zaman modern
berjibaku mengisi kemerdekaan
Berkibarlah benderaku Merah Putih
hiasi angkasa biru Nusantara
Warnai putihnya awan dengan merahmu
Enyahkan hitamnya mega dengan putihmu
Selimuti lahan gundul berlubang
dengan selimut patriotisme
Obati luka lara duka alam lingkungan
dengan keberanian dan kesucian
Anak-anak negeri sedang kebingungan
dalam seribu kisah ketidakadilan
Putra-putri bangsa merana dalam sejuta cerita korupsi
hasil penjajahan oleh bangsa sendiri
Inikah kemerdekaan yang mau dirayakan
Inikah kado terima kasih pada para pahlawan bangsa
Inikah syukur kepada Sang Pencipta
Dirgahayu HUT NKRI -79
Merah Putih kisah lara anak negeri
sedang berbicara di Ibukota baru IKN
ketika pembangunan fisik dikebut
berlomba dengan jerit rintih pemilik tanah
karena ganti untung belum diperoleh
dalam deras gelombang tawaran investasi
dan banyak kisah misteri di media sosial
antara politik dan bisnis
antara cita-cita proklamasi dan pemerataan pembangunan
antara harapan, kata-kata dan fakta
Merah Putih pudar di lintas Kathulistiwa
di hamparan ribuan hektar hutan yang dibabat untuk perkebunan sawit
Di tanah berlubang terluka hasrat keuntungan tambang
Dan
banyak anak negeri mencari jalan tikus untuk hijrah ke negeri Jiran mencari peluang kerja
Generasi Merah Putih mengais kepastian masa depan
Di Metropolitan ini
siang malam terus terjadi
bocah-bocah pewaris negeri
bergerombolan di lampu merah jalanan
dikawal Ibunya yang berlumur keringat
mengibarkan Merah Putih nasibnya
menadah tangan mengemis belas kasihan
memainkan musik seadanya agar dapat remah rezeki
nyanyikan balada ketakberdayaan
Asal bisa makan hari ini
tak peduli soal kesehatan dan pendidikan
Karena Ibunya ditinggal menjanda
Karena tempat tinggal tak jelas di mana
Karena Ayahnya entah ke mana
Dan
petugas ketertiban sering mengamankan mereka
atau menjadi korban sesama lainnya
Hanya pengamen, pengemis dan pemulung
yang biasa menjadi sahabat sependeritaan
Merah Putih nasib wong cilik
Menjelang HUT NKRI-79
17-08-2024
Merah Putih akan terus dikibarkan
Di halaman perkantoran lembaga negara
Di tempat para pejabat negara
Di lokasi penting bersejarah bangsa
Di jalanan dan rumah warga
Karena sudah menjadi kewajiban rutin
dan dilakukan oleh para petugas
Tetapi
makna Merah Putih pusaka bangsa
terus berkelana mencari nalar kesadaran anak bangsa
Terus berziarah meraih nurani sanubari anak negeri
Agar mendapat tempat berakar simpati
Agar memperoleh rumah empati
Agar bisa tumbuh kokoh membanggakan
Agar menjadi semangat jiwa patriotik
“Berani karena benar
atas dasar kesucian nurani jiwa
Sebagai pemilik dan pewaris NKRI
Sebagai patriot bangsa Indonesia
Putra Fajar dan Putri Mentari Indonesia”

