Simply da Flores
…
1.
Bermain Kepolosan
Sang Nenek dan orangtua para bocah
datang berekreasi ke pantai
Angin samudra sepoi menari membelai
para bocah telanjang badan sukacita
Badannya dilumuri pasir lautan
aneka angan dilukis di hamparan pasir
Mereka berkejaran memeluk ombak
samudra dianggap bentangan kasur
Tak peduli gelombang datang menghempas
Kreasi bocah dalam energi kepolosan
Tetapi
Sang Nenek dan orangtua menghadang dengan kecemasan
karena pengalaman dan pengetahuan
2.
Nyanyian Balada Pasir Pantai
Pasir pantai adalah kepolosan sahaja
tidak pernah berkreasi dan berinovasi
di hadapan buih dan debur ombak
Yang datang pergi siang malam
Yang perlahan surut dan ganas pasang
Yang deras menghempas gelombang
Pasir pantai adalah senandung balada
duka lara ratap tangis ketakberdayaan
Para bocah yang polos dan lugu
Rakyat sahaja sederhana lemah
Masyarakat tertindas dan terbungkam diam
Misteri fakta dan realitas kehidupan
3.
Lukisan para Bocah
Di atas wajah dan pelukan pasir
Para bocah lukiskan kepolosan
Anak-anak menulis harapan putih
Dan
Butir-butir pasir lautan berikan amanah
Kehidupan dan masa depanmu para bocah
sama seperti kami hamparan pasir
di hadapan ombak gelombang samudra
Esok dan hari-hari depanmu
tidak seperti mimpi dan citamu
Karena
gelombang zaman ombak peradaban
tak mampu diatur dan diduga anganmu
Hidup seperti permainan kalian
dan dirimu hanya butiran pasir
dihadapan kekuasaan misteri samudra
4.
Nyanyian Abadi Samudra
Samudra itu bagian misteri semesta
Lautan itu rahasia jagat raya
Asinnya memang pasti alami
Namun
Ombak gelombang dan arus tak pasti
untuk hamparan pasir di pantai realita
untuk para bocah pewarisan sejarah
untuk kepolosan anak-anak negeri
untuk nasib putra-putri generasi
untuk keterbatasan segenap insani
Maklumat samudra kepada pulau benua
bahwa semuanya pasti diterima
Banjir lumpur dari semua daratan
Sampah limbah racun dari tangan manusia
Guyuran hujan dari langit
Terik panas dari cahaya mentari
Samudra itu Maha Penerima yang setia
Lalu
Nyanyian abadi lautan terus bergema
kepada angkasa dan manusia
bahwa semua manfaat pasti diberikan
bahwa dipersembahkan uap pada langit
ditiupkan angin kepada semua makhluk
sesuai aturan Pemilik alam semesta
bahwa isi lautan lumbung rezeki manusia
bahwa realita lautan fakta dan misteri
Samudra itu Maha Pemberi bijaksana
Para bocah lugu ceria sukacita
membawa kepolosan dan harapan
penuh keyakinan bergurau dengan pasir pantai dan samudra
Mungkin karena nenek moyangnya pelaut
Sang Nenek dan orangtua bocah
datang rebahkan lelah di hamparan pasir
hadir menyapa angin dan ombak samudra
membawa kisah realita pengalaman
merenda pengetahuan dan ketrampilan
pada jiwa raga para bocah polos lugu
Sambil doakan agar bisa menjadi pelaut sejati
Menerjang luas ketakpastian esok
Berlayar di samudra misteri masa depan
…

