Simply da Flores
…
Wahai manusia sekalian
Yang menjadi pejabat pemerintahan
dengan kuasa dan senjata
Yang menjadi pemodal dan pengusaha
dengan kekayaan uang dan iptek dengan sistem dan kepintaranmu
Kalian bekerjasama menguasai sumber daya alam
lalu membabat hutan mengoyak perut bumi
Kalian mengatur rakyat bangsa ini dengan sumpah palsu janji bohong
demi kelanggengan kursi kekuasaan
demi keuntungan modal dan gengsimu
Sedangkan…
rakyat lara menderita dan merana
masyarakat terus merintih jadi korban
Dan
Aku Ibu Bumi Pertiwi
diejek dengan lagu hiburan palsu
“Kulihat Ibu Pertiwi…
sedang berduka hati
Air matanya berlinang
merintih dan mengerang
Hutan gunung sawah lautan
Simpanan kekayaan
Kini Ibu sedang lara
merintih dan berdoa…”
Sedangkan aku tetap disiksa dan dikhianati
alam lingkungan terus dikuras dirusak
rakyat kecil masyarakat lara derita
Merana di tengah kelimpahan harta warisannya
Anda berpesta pora rakus kesurupan
Anda buta jiwa ragamu
Wahai rakyat pemilik hak dan kedaulatan
Memang kalian banyak kekurangan pengetahuan dan ketrampilan
Untuk menyadari dan mempertahankan hak
Untuk menjaga melindungi harkatmu
Untuk membela dan mengelola warisanmu
Tetapi…
sadarlah hari ini akan kekuatanmu
Bangkit dan berdirilah tegak pribadimu
kalian Putra Fajar dan Putri Pertiwi
Buka mata dan kepalkan tanganmu
Pekik dan suarakan harkat martabat mu
Pegang teguh Hukum Alam Semesta
Yakin kokoh dengan Hukum Adat budayamu
Taqwa setia dengan hukum agamamu
Untuk hadapi dan melawan kezaliman
Atas nama Hukum Negara
Atas nama Hukum Keuntungan Bisnis
“Katakan benar itu benar
Katakan salah itu salah
Jangan takut dengan intimidasi kuasa
Jangan gentar dengan senjata penindasan”
Wahai segenap insan penghuni bumi
Sadari fakta Hukum alam semesta
kalian percaya tercipta dari tanah
kalian hidup dari alam lingkungan
kalian mati kembali ke tanah juga
Fahami dan lakukan warisan leluhurmu
dalam kearifan hukum adat budayamu
menggunakan alam lingkungan bijaksana
memandang alam sebagai saudara-i
bertanggung jawab merawat alam ini
Wahai para egois rakus dan zalim
Ingatlah dan sadarlah
Alam semesta ini berkah Sang Pencipta
Lingkungan hidup ini warisan para leluhurmu
dari pinjaman anak cucu generasimu
“Syukurlah kepada Sang Pencipta Semesta
Terima kasih kepada orangtua dan leluhur
Hormati dan sayangi anak cucu generasi
Harmoni selalu dengan dirimu, sesama, leluhur alam lingkungan semesta
Sebagai bentuk syukurmu kepada Sang Pencipta”
Wahai para egois rakus tamak
Aku Ibu Bumi ingatkan kalian
“Di mana pikiran waras dan sanubarimu
Di mana kesadaran nurani dan jiwamu
Rambutku kalian cabut dan gunduli
Bulu badanku dicukur dan dilenyapkan
Buah dadaku disilet dipotong putingnya
Perutku kalian koyak dan kuras isinya
Tulang dan dagingku gencar ditambang
Darahku disedot dan dipompa
Aku sedih duka lara menderita
desah nafasku kini semakin pelan
Nasibku tragis dan kritis tak menentu
Bagaimana nasib anak cucu generasimu?”
Wahai kalian yang sombong
Merasa memiliki takhta kekuasaan
Bangga dengan uang dan senjatamu
Bahkan mengagungkan dirimu Tuan dan Tuhan!
“Aku sudah lihat derita sengsara rakyat kecil
Aku dengar ratap tangis masyarakat
Yang tergusur dari kampung halamannya
Yang diusir dari kebun sawah ladangnya
Yang tak boleh datang di tempat ritual dan makam para leluhur
Yang diingkari dan dipermainkan haknya
Yang disiksa di penjara dibunuh
Karena mempertahankan hak-hak asasinya
Karena membela harkat martabatnya
Karena mempertahankan tanah tumpah darahnya
Karena menegaskan sejarah darah dagingnya
Dan mereka kalah di hadapan hukum negara dan hukum bisnis”
Wahai penguasa dan pemodal zalim
“Aku terus duka lara bersama rakyat korban
Aku sedih menderita dengan nasib wong cilik
Karena anda menyelewengkan takhta kuasa
Karena anda sombong dengan modal, iptek dan senjata
Aku tagih kewarasan diri pribadimu
Aku tuntut kesadaran jiwa ragamu
Aku ingatkan hakikat diri pribadimu
Aku sayangi nasib hidupmu
Aku doakan keselamatanmu”
Aku Ibu Pertiwi
Titipkan pesan dan amanah
“Kalian manusia berubah banyak
Alam lingkungan tetap terbatas
bahkan berkurang kualitas dan jumlah
untuk penuhi kebutuhanmu dan anak cucu generasi
Aku sudah laporkan semua kasus
kepada Bapa Angkasa raya
dan Dia pun Maha Melihat
Dan saat ini
sedang berjalan pengadilan jagat raya
sedang ditegakkan hukum alam semesta”
Wahai manusia
Ingatlah fakta dan misteri realitas
Prinsip kodrati hakikat realitas
sedang menggugat dengan caranya
Yang tidak bisa dihentikan kuasa buatan manusia
Yang tak akan mampu dihadapi dengan uang, senjata dan iptek
Karena
manusia cuma sebagian kecil dari isi alam semesta
Manusia tergantung mutlak pada alam
Dan
“Sang Maha Pencipta Maha Misteri
Bukan budak kerakusan dan boneka ketamakan”
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

