Simply da Flores
…
Hari ini
Uang memang bukan segala-galanya
tetapi
faktanya berbeda bahwa segalanya perlu uang
Bahkan demi uang
segalanya bisa dipertaruhkan
termasuk iman, harga diri dan tubuh
Zaman dahulu
jasa ditukar dengan jasa
barang dibarter dengan barang
karena kesepakatan para pihak
asal kebutuhan bisa terpenuhi
dan sering karena relasi sosial
dalam komunitas yang berdekatan
Zaman berubah hingga sekarang
masuk era digital milenial
Ada sistem yang terus dikreasi
Ada upaya mempermudah aneka keperluan
Uang menjadi sistem dan saran baru
untuk ditukar dengan barang dan jasa
untuk mudah dibawa ke mana-mana
Dan
hadirlah sistem perbankan
tersedia uang kertas dan logam
Ada mata uang setiap negara
Ada sistem pertukaran mata uang
Ada pihak otoritas keuangan dan bank
Angka dan kata jadi sakti penuh kuasa
Ada ajaran bahwa uang itu mamon
sehingga memiskinkan para pengikutnya
padahal nyatanya uang dibutuhkan
untuk membeli aneka kebutuhan hidup
termasuk dalam urusan rohani
Sedangkan
ada yang mempunyai dewa uang
yang disembah untuk meminta uang
agar kaya dan terjamin segala kebutuhan
Bahkan
demi uang segala cara dihalalkan
Dengan uang itu
barang, jasa, jabatan dibeli
karena harta, kedudukan bisa diandalkan
Untuk penuhi semua selera dan kepentingan
Untuk bisa berkuasa melakukan apa saja
Untuk menguasai sumber daya alam
Untuk mengeksploitasi manusia lain
Untuk meraih kekayaan yang berlimpah
Untuk memuaskan selera dan gengsi
Bahkan
bisa menjadikan diri Tuan dan Tuhan
Ketika terjadi hajatan politik di negeri ini
Entah meraih jabatan eksekutif
Entah menjadi senator
Entah mendapat kursi legislatif
Ternyata uang menjadi andalan
bahkan sudah biasa dianggap lumrah
suara rakyat dibeli dengan uang
“Mengeluarkan uang jutaan dan milyaran
untuk meraih kursi jabatan politik
karena dengan tahta kekuasaan itu
Ongkos politik bisa kembali dilunasi
peluang mendapat harta terbuka lebar
kewenangan bisa meraih kepentingan
Soal menang kalah itu biasa”
Sedangkan
kata-kata janji dan sumpah
aneka aturan dan ketentuan hukum
semuanya bisa diselesaikan dengan uang dan demi uang
Dengan uang dan demi uang itu
hal-hal rohani dan keyakinan iman
bisa digunakan sebagai alat
Entah dalam urusan politik
Entah dalam urusan berbisnis
Karena para pejabat budaya dan rohani
bisa kompromi dengan aneka sarana
bisa dirayu dengan sejumlah uang
bisa diajak berteman dengan kata janji
bisa dilibatkan dengan sumpah atas nama agama dan adat
Dengan kekuasaan dan kekuatan uang
yang bisa menumpuk kekayaan dan membeli senjata
Maka sesudah mendapat jabatan dan kekuasaan
semuanya diabaikan bahkan diinjak-injak
Sumpah dan janji ditinggal sebagai kaya hampa
Nasib dan hak rakyat diperbudak
Alam dikoyak dan dikeruk isinya demi uang
Manusia pun bisa dibunuh demi uang
“Dengan uang dan demi uang
maka urusan rohani dan iman
Bisa diperalat dan dipermainkan
dengan gagah penuh kebanggan
Soal mati dan akhirat
bahkan Sang Pencipta pun dianggap remeh
malahan diperdagangkan dan dilupakan”

