Simply da Flores
…
1.
Sang Gulita Malam
Selimut hitam dan semakin pekat
engkau tutupi jiwa raga putra-putrimu
Dalam diam seribu bahasa
meski musim silih berganti menikammu
biar laskar langit mencakar wajahmu
Engkau setia menjadi gelap gulita
mengandung rahasia tabir hitam
pasangan sakral Sang Siang terang
Engkau peluk erat jiwa raga anak-anak semesta
hembuskan nafas doamu di ubun-ubun kepasrahan mereka
Dan
engkau kuatkan jiwa raga anak-anakmu
agar gagah memburu mentari siang
dan menangkap sinar cahayanya
Jadi energi ziarah kelana jiwa raga
2.
Subuh dan Pagi Merekah
Ketika selimut gulita disibak malam
pijar sinar subuh terbangun
berkas cahaya pagi merekah
Langkah awal siang diayunkan
Mentari bangun lagi membagi cahaya
Kehidupan bersemi dalam roda waktu
manusia mengejar dirinya berubah
agar tinggalkan jejak makna
Saat adzan subuh berkumandang
Ketika lonceng pagi berdentang
Seribu harapan menjadi embun segar
Sejuta damba bersemi mekarkan kembang
Burung-burung berdendang riang
Mimpi segera ditulis pada halaman nafas
Cita dilukis pada lembaran desir darah
Ziarah para pengembara semesta
3.
Terik Siang dan Tengah Hari
Mentari tetap melangkah bergelora
Pijar sinarnya terus menikam kerapuhan raga
Berkas cahayanya menggores pikiran
Terik sengat surya menggoreng rasa
Telapak hati nurani dibakar bara
Sanubari jiwa bercucur keringat dipanggang api realitas kehidupan
Suka duka bersemi silih berganti
dimasak di tungku keputusan pribadi
Kebutuhan hidup memaksa jiwa raga
Berburu matahari menangkap sinar cahaya
Kepentingan memberi makna pribadi
mendorong seluruh diri berjibaku
Terjang terik panas siang bolong
meraih damba harapan dan cita
Karena waktu tidak menunggu
Karena kebutuhan tak bisa ditunda
Karena kehidupan harus dijamin
dinamika paradoks misteri realitas
4.
Sore dan Senja Hari
Langkah perlahan mentari hendak kembali
menjumpai samudra memanggil malam
Sengat terik perlahan redup
panas semakin reda dan redup
Api dan bara mulai padam membakar
ketika siang hampir usai berlalu
saat senja segara tiba
Warna-warni kehidupan akan berubah
Umumnya orang usai bekerja dan bersiap kembali ke rumah
dengan aneka kisah cerita
Meski pun zaman telah mengubah
manusia bisa kerja sepanjang waktu
Entah siang atau malam hari
Bahkan ada yang tak peduli siang malam
Bila hari sore dan senja akan tiba
ada beragam pesona terlukis di alam
bagi mereka yang peduli mengagumi
Entah dari atas gunung dan bukit
Entah di lembah dan padang luas
Entah di pinggir hutan belantara
Entah dalam perjalanan berkelana
Entah di tepi pantai muara dan samudra
Senja tinggalkan sejuta kisah cerita
pada pagi dan siang perjalanan insan
pada soreh membawa panen suka duka
pada malam yang siap menyambut setia
Putra-putri kehidupan yang pulang
5.
Berubah dalam Waktu
Menghitung hari mencatat waktu
untuk desah nafas yang masih diberikan
untuk desir darah yang mengalir
Adalah ibadah kehidupan pribadi sadar
bahwa dalam ruang bumi dan bentang waktu
Fakta dan misteri pribadi ada
Perubahan adalah kekal abadi
Kreasi pribadi dan inovasi diri adalah keharusan
Arti dan makna adalah rindu damba kodrati
Suka duka adalah warna warni apresiasi
Menghitung hari mencatat waktu
adalah menyadari nafas dan desiran darah
Jejak langkah keputusan adalah prasasti harkat diri
Entah perorang atau dengan sesama saudara
Entah gagal atau berhasil meraih cita
Entah disyukuri atau dihujat cacian
Entah menjadi berkat atau laknat sesama
Entah layak dan aib bagi semesta
Entah suci atau berdosa di hadapan Pencipta
Masih adakah syukur dan terima kasih di sana?

